Plaud Resmi Meluncur di Indonesia, Notetaker AI Inovatif untuk Para Profesional

Jakarta – Kehadiran perangkat pencatat berbasis kecerdasan buatan, atau notetaker AI, bernama Plaud, telah resmi diumumkan di Indonesia. Peluncuran ini berlangsung melalui sebuah acara temu media di Jakarta, di mana Megumi Yoshinaga, Head of APAC Marketing Plaud, mengungkapkan bahwa meskipun adopsi teknologi AI di Indonesia cukup tinggi, masih ada tantangan signifikan terkait beban kerja. Menurut data yang dipublikasikan, sekitar 69 persen profesional di Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI, namun 88 persen dari mereka mengakui bahwa waktu dan energi yang tersedia untuk menyelesaikan tugas sehari-hari masih sangat terbatas.
“Sebagian besar perangkat lunak produktivitas yang ada saat ini lebih banyak ditujukan untuk kalangan penulis atau pengembang perangkat lunak. Namun, kenyataannya banyak profesional, seperti eksekutif, konsultan, dan tenaga pemasaran, yang aktivitas utamanya banyak dilakukan melalui interaksi langsung dan percakapan,” jelas Megumi di hadapan para jurnalis di Jakarta. Plaud hadir untuk mengatasi permasalahan ini dengan pendekatan AI Inversion, yang berfungsi menangkap secara proaktif informasi dari dialog tatap muka maupun panggilan telepon, lantas merangkum informasi tersebut menjadi lebih terstruktur dan dapat ditindaklanjuti.
Inovasi Produk Plaud
Plaud memperkenalkan dua produk unggulan, yaitu Plaud Note Pro dan Plaud NotePin. Plaud Note Pro memiliki desain ramping yang setara dengan ukuran kartu kredit, dengan ketebalan hanya 2,99 milimeter dan bodi kokoh yang menggunakan teknologi sandblasting. Produk ini dilengkapi dengan sekrup berkualitas tinggi yang terdiri dari enam sudut. Di sisi lain, Plaud NotePin hadir sebagai aksesori yang fleksibel, dapat digunakan sebagai kalung, pin pakaian, atau gelang tangan, memberikan pilihan bagi pengguna sesuai dengan preferensi mereka.
Kedua perangkat ini dirancang dengan pengoperasian yang sangat mudah, hanya melalui satu tombol kendali. Pengguna cukup menekan tombol untuk memulai perekaman, dan dapat memanfaatkan fitur highlight untuk menandai poin-poin penting selama percakapan. Dari segi performa, Plaud menawarkan daya tahan baterai yang luar biasa, mampu merekam hingga 30 jam aktif dan memiliki masa standby hingga 60 hari. Kapasitas memori yang tersedia adalah 64GB, serta mikrofon yang mampu menangkap suara jernih hingga jarak 5 meter.
Fitur Canggih dan Kemudahan Penggunaan
Plaud juga mendukung transkripsi langsung dalam lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia serta bahasa daerah seperti Jawa dan Sunda. Fitur ini sangat penting mengingat adanya pergantian bahasa yang sering terjadi dalam rapat profesional di Indonesia. Melalui fitur Plaud Intelligence, pengguna dapat mengajukan pertanyaan spesifik berkaitan dengan rekaman sebelumnya, di mana sistem ini menjamin hasil yang akurat tanpa halusinasi, dilengkapi dengan sitasi kalimat dan pemutaran audio dari sumber aslinya.
Keamanan Data yang Terjamin
Menanggapi kekhawatiran terkait keamanan data, Plaud menerapkan standar perlindungan privasi yang tinggi. Megumi menegaskan bahwa Plaud mengikuti kebijakan zero data training dan zero data retention, yang berarti data pengguna tidak pernah digunakan untuk melatih model AI publik. Semua berkas yang dihasilkan dilindungi dengan enkripsi menyeluruh (end-to-end) dan disimpan di server regional yang berada dalam kawasan Asia Tenggara.
Penerimaan Pasar dan Target Masa Depan
Setelah memulai tahap perkenalan pada tahun 2024, Plaud mencatat peningkatan penggunaan mingguan aktif di Indonesia hingga dua kali lipat pada paruh pertama tahun 2026. Untuk memperluas jangkauan pasarnya, Plaud telah menjalin kemitraan dengan berbagai distributor lokal, yang kini hadir di lebih dari 70 gerai fisik seperti Urban Republic, iBox, dan Gramedia yang tersebar di kota-kota besar. Selain itu, produk ini juga dapat diakses melalui platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee.
Melihat ke depan, Plaud memproyeksikan Indonesia sebagai pasar terdepan di kawasan Asia Tenggara, dengan target mencapai lebih dari 1 juta pengguna aktif pada tahun 2030. Dengan teknologi ini, diharapkan para profesional dapat menghemat waktu kerja mereka, sehingga dapat lebih banyak menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan orang-orang terkasih.
➡️ Baca Juga: Penjualan Mobil PHEV Maret 2026 Turun 47 Persen, Brand China Pertahankan Dominasi Pasar
➡️ Baca Juga: 5 Tanaman Hias Tahan Matahari yang Membuat Rumah Lebih Segar dan Nyaman




