Pasar Induk Banyuwangi Diubah Menjadi Super Modern dengan Investasi Rp152 Miliar dan 871 Kios Baru

Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, yang terletak di Jawa Timur, telah resmi diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Transformasi pasar tradisional yang dulunya klasik kini telah berubah menjadi pusat perdagangan modern dengan tambahan 871 kios dan los. Dengan investasi sebesar Rp152 miliar, perubahan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Revitalisasi untuk Ekonomi Daerah
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi juga untuk menghidupkan kembali pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat.
“Sebagai bagian dari instruksi Presiden Prabowo, kami berusaha untuk memberikan dukungan nyata dalam memperkuat ekonomi daerah melalui revitalisasi pasar. Pasar adalah elemen penting dari kehidupan ekonomi masyarakat,” tambah Dody di Jakarta.
Lokasi Strategis Pasar Induk Banyuwangi
Pasar Induk Banyuwangi terletak di lokasi yang sangat strategis, berdekatan dengan berbagai bangunan bersejarah seperti Pendopo Sabha Swagata, Gedung Juang, serta destinasi wisata Taman Kota Sritanjung dan Taman Blambangan. Keberadaan pasar yang dikelilingi oleh tempat-tempat bersejarah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Fasilitas Modern yang Dihadirkan
Dalam desain baru pasar, area dibagi menjadi dua bagian, yaitu utara dan selatan. Pasar kini dilengkapi dengan gedung pasar yang modern, area pasar basah dan kering, serta akses pedestrian yang ramah pejalan kaki. Fasilitas parkir juga disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Kapasitas pasar ini sangat memadai, dengan total 871 unit ruang dagang yang terdiri dari 184 kios dan 687 los. Dengan data profil pekerjaan, fasilitas ini dapat menampung hingga 657 pedagang. Selain itu, disediakan juga area parkir dengan kapasitas untuk 332 kendaraan roda dua, memastikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang.
Proyek Revitalisasi dan Nilai Investasi
Proyek revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pekerjaan fisik untuk proyek ini ditangani oleh PT Lince Romauli Raya dengan nilai kontrak mencapai Rp152 miliar. Investasi yang signifikan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur perdagangan di daerah.
Revitalisasi Asrama Inggrisan
Tidak hanya Pasar Induk, revitalisasi juga dilakukan terhadap Asrama Inggrisan Banyuwangi. Dalam paket pengembangan kawasan ini, bangunan bersejarah tersebut kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk gedung pertemuan, hotel, kantor pengelola, klinik, kafe, galeri, musala, dan museum terbuka.
Dampak terhadap Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Keberadaan Asrama Inggrisan yang berdekatan dengan pusat perdagangan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata kota sekaligus memberikan dorongan bagi ekonomi kreatif di Banyuwangi. Dengan tambahan fasilitas yang ada, diharapkan akan muncul berbagai aktivitas yang dapat menarik minat wisatawan.
Visi Kementerian Pekerjaan Umum
Melalui revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan, Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya mendukung aktivitas perdagangan, tetapi juga berkontribusi terhadap penataan kawasan perkotaan, pelestarian daya tarik sejarah, dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model bagi revitalisasi pasar dan kawasan lainnya di seluruh Indonesia.
Dengan segala perubahan ini, diharapkan Pasar Induk Banyuwangi dapat menjadi lebih dari sekadar tempat berbelanja. Ia akan menjadi pusat interaksi sosial dan ekonomi yang modern, menjawab kebutuhan masyarakat sambil tetap menghormati warisan budayanya. Transformasi ini adalah langkah maju yang signifikan dalam membangun ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Peluang Juara Tim Favorit Musim Ini: Berita Olahraga Terbaru dan Analisis Mendalam
➡️ Baca Juga: BNNP Jabar Ingatkan Bahaya Vape yang Mengandung Etomidate dan THC bagi Generasi Muda




