slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Komoditas Ekspor Sulawesi Selatan Mencapai 63 Negara di Seluruh Dunia

MAKASSAR – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Sulawesi Selatan telah mencatat pencapaian luar biasa dalam ekspor komoditasnya, yang kini telah menjangkau 63 negara di seluruh dunia. Komoditas ini sangat beragam, dengan sektor perikanan dan pertanian menjadi yang paling dominan.

Data Ekspor yang Menarik Perhatian

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengungkapkan pada hari Jumat (24/4) bahwa data ekspor yang telah disertifikasi oleh instansinya menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Ini menunjukkan bagaimana Sulawesi Selatan berhasil mengembangkan potensi ekspor yang signifikan.

“Komoditas dari daerah ini telah berhasil menembus 63 negara dengan total volume mencapai 355.431 ton dan nilai ekspor sekitar Rp11,1 triliun sepanjang tahun 2025,” jelas Sitti Chadidjah.

Komoditas Unggulan dari Sektor Perikanan

Sektor perikanan merupakan salah satu pilar utama dalam ekspor Sulawesi Selatan. Beberapa komoditas unggulan yang dihasilkan antara lain:

  • Udang vannamei
  • Tuna
  • Kerapu
  • Gurita
  • Karagenan

Nilai ekspor dari komoditas perikanan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5,6 triliun, menegaskan pentingnya sektor ini dalam perekonomian daerah.

Potensi Sektor Pertanian yang Menguntungkan

Selain perikanan, sektor pertanian juga berkontribusi besar terhadap nilai ekspor. Beberapa komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi antara lain:

  • Rumput laut
  • Kelapa bulat
  • Kakao
  • Kacang mede
  • Porang

Komoditas pertanian ini memiliki nilai ekonomi sekitar Rp5,5 triliun, menunjukkan kekuatan Sulawesi Selatan dalam menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi.

Ekspor Komoditas Hewan

Di samping komoditas perikanan dan pertanian, Sulawesi Selatan juga mengekspor berbagai produk hewan. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Awasan kupu-kupu
  • Kulit reptil
  • Sarang burung walet
  • Madu

Nilai ekonomi dari komoditas hewan ini diperkirakan sekitar Rp979 juta, menambah keragaman produk yang diekspor dari daerah ini.

Tujuan Utama Ekspor

Komoditas dari Sulawesi Selatan telah diekspor ke berbagai negara besar di dunia, termasuk:

  • China
  • Jepang
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Korea Selatan

Negara-negara Eropa seperti Belanda dan Prancis juga menjadi tujuan penting, menunjukkan jangkauan luas dari produk-produk yang dihasilkan di Sulawesi Selatan.

Lalu Lintas Perdagangan Domestik

Selain kegiatan ekspor, terdapat pula lalu lintas domestik yang mencolok. Lalu lintas keluar (dokel) mencapai sekitar 439,55 juta kilogram dengan nilai Rp5,12 triliun. Sementara itu, domestik masuk (domas) tercatat sebesar 115,39 juta kilogram dengan nilai Rp1,39 triliun. Di sisi lain, impor tercatat dengan volume mencapai 264,35 juta kilogram dan nilai sekitar Rp1,10 triliun.

Kolaborasi dengan Komisi IV DPR RI

Pada kesempatan sebelumnya, Balai Karantina Nasional menerima kunjungan dari anggota Komisi IV DPR RI yang meninjau fasilitas serta sejumlah komoditas unggulan dari Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan di Makassar. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dalam pengawasan dan pengembangan sistem karantina yang lebih maju.

Penguatan Sistem Karantina untuk Masa Depan

Melalui dukungan yang diberikan, diharapkan Balai Karantina dapat meningkatkan kapabilitasnya guna memperkuat layanan perkarantinaan di seluruh pintu masuk dan keluar barang, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi besar namun juga tantangan yang tidak ringan.

Transformasi Layanan Digital dan Modernisasi Laboratorium

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, menekankan pentingnya penguatan sistem karantina yang dilakukan secara menyeluruh. Ini termasuk transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses karantina.

“Dukungan terhadap penguatan kelembagaan, termasuk di dalamnya transformasi layanan digital dan peningkatan SDM, diharapkan dapat semakin memperkuat peran karantina dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tutup Sahat.

➡️ Baca Juga: Pemerintah Provinsi Sulteng Siapkan 1.255 Peserta untuk Program Mudik Gratis

➡️ Baca Juga: DPRD Kabupaten Cirebon Evaluasi Isu Ketenagakerjaan Melalui Video Edukasi

Related Articles

Back to top button