Ipda Purnomo, Polisi Baik yang Rawat 500 ODGJ, Melanjutkan Studi S2 Psikologi di Unesa

Jakarta – Sosok Ipda Purnomo, yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Pur, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen berkat dedikasinya yang luar biasa dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta kelompok rentan lainnya. Keberadaannya di dunia maya semakin viral ketika ia menampilkan sisi kemanusiaan yang menginspirasi dengan misi mulianya. Namun, pencapaian ini tidak membuatnya berpuas diri; ia kini melangkah lebih jauh dengan mendaftar untuk studi Magister (S2) Psikologi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Melalui pendidikan ini, ia bertekad untuk memperdalam pengetahuannya dan meningkatkan kualitas pendampingan yang ia berikan kepada ratusan orang yang membutuhkan di panti rehabilitasinya.
Perjalanan Ipda Purnomo: Membangun Empati Melalui Pendidikan
Dalam menjalani rutinitasnya, Pak Pur tidak hanya berkutat dengan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga berfungsi sebagai pengelola Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang berlokasi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan. Yayasan ini bukanlah sekadar tempat penampungan; melainkan sebuah rumah aman bagi para ODGJ, lansia terlantar, anak jalanan, dan mereka yang tengah berjuang untuk bebas dari ketergantungan narkoba.
Selama hampir satu dekade terakhir, Pak Pur telah memberikan perawatan kepada lebih dari 500 ODGJ. Dengan pendekatan yang berlandaskan kemanusiaan, ia beroperasi murni berdasarkan pengalaman pribadi dan belajar otodidak. “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia. Setiap hari, saya bertemu dengan individu yang membutuhkan dukungan dan tempat untuk berbagi,” ujarnya. Ia merasa bahwa pengetahuan psikologi yang solid dan teruji sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Komitmen untuk Belajar dan Berkontribusi
Pendidikan bagi Pak Pur bukan sekadar mengejar gelar, melainkan juga sebuah investasi yang berharga untuk kemanusiaan. Ia berharap ilmu yang didapat selama kuliah di Unesa dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada dalam asuhannya. “Setelah mendapatkan ilmu ini, saya berkomitmen untuk membagikannya kepada tim pendamping dan masyarakat luas,” tegasnya.
- Pelayanan yang lebih profesional dan berlandaskan ilmu psikologi modern.
- Memperkuat dasar pengetahuan untuk menangani berbagai masalah kemanusiaan.
- Meningkatkan kapasitas tim pendamping di yayasan.
- Memberikan dukungan psikologis yang lebih efektif bagi para penerima manfaat.
- Mendorong kesadaran akan pentingnya pendidikan di bidang sosial dan psikologi.
Dukungan dan Strategi Manajemen Waktu
Meski harus membagi waktu antara dinas kepolisian, pengelolaan yayasan, dan tugas kuliah yang padat, Pak Pur mengungkapkan bahwa semua itu berjalan dengan baik berkat izin dari atasan dan dukungan dari timnya. Ia memiliki manajemen waktu yang baik, sehingga bisa menjalankan semua tanggung jawabnya tanpa mengorbankan satu pun. Menariknya, semangat belajarnya tidak hanya dirasakan olehnya, melainkan juga oleh keluarganya. Ia bahkan mengajak sang istri untuk turut berkuliah di Unesa, dengan harapan dapat meningkatkan standar pelayanan sosial di yayasan yang dipimpinnya.
Pak Pur memiliki visi besar untuk mendorong 30 anggota tim yayasannya untuk ikut mendalami ilmu psikologi. Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial yang mereka tawarkan. Ia percaya bahwa dengan pengetahuan yang tepat, mereka dapat lebih efektif dalam merawat dan memberikan dukungan kepada mereka yang terpinggirkan.
Pengalaman dan Pelajaran Berharga
Dalam perjalanan kariernya, Pak Pur telah mengumpulkan banyak pengalaman berharga. Setiap interaksi dengan ODGJ dan kelompok rentan lainnya memberikan pelajaran yang tidak ternilai. Ia belajar bahwa setiap individu memiliki cerita dan latar belakang yang unik, sehingga pendekatan yang digunakan haruslah bersifat personal dan penuh empati.
- Pentingnya mendengarkan dan memahami kebutuhan individu.
- Menyesuaikan pendekatan berdasarkan karakteristik dan kondisi masing-masing orang.
- Membangun rasa percaya dan keamanan bagi para penerima manfaat.
- Pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan efektivitas bantuan.
- Mendorong inovasi dalam program rehabilitasi dan dukungan sosial.
Harapan dan Rencana Masa Depan
Dengan tekad yang kuat, Pak Pur berharap bahwa pendidikan yang dijalaninya akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Ia ingin menjadi agen perubahan yang tidak hanya memfasilitasi, tetapi juga memberdayakan individu-individu yang berada dalam asuhannya. “Saya ingin ilmu yang saya dapatkan di Unesa tidak hanya berhenti pada diri saya, tetapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Ia berencana untuk menerapkan pengetahuan yang didapat dalam berbagai program di yayasan. Misalnya, dengan mengembangkan program pelatihan bagi tim pendamping agar mereka dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas. Selain itu, ia juga ingin menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan dan lembaga sosial lainnya untuk memperluas jangkauan dan dampak dari upaya yang mereka lakukan.
Pendidikan sebagai Jalan Menuju Perubahan
Ipda Purnomo menganggap pendidikan sebagai jembatan menuju perubahan positif dalam masyarakat. Dengan pendidikan yang baik, ia percaya bahwa mereka yang terpinggirkan dapat diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup mereka. “Kami ingin menjadikan yayasan ini sebagai model yang dapat ditiru oleh lembaga lain,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan langkahnya yang berani untuk melanjutkan studi, Pak Pur tidak hanya menunjukkan bahwa pendidikan adalah hak setiap orang, tetapi juga sebuah kewajiban bagi mereka yang ingin berkontribusi lebih dalam bidang sosial. Ia menjadi contoh nyata bahwa dengan dedikasi dan komitmen, setiap individu dapat memberikan dampak positif bagi orang lain.
Ipda Purnomo adalah teladan bagi banyak orang. Melalui upayanya dalam merawat ODGJ dan komitmennya untuk belajar, ia telah menunjukkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk membuat perubahan yang berarti. Pendidikan, baginya, bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu dapat digunakan untuk melayani dan memberdayakan masyarakat. Dengan semangat yang tak pernah padam, ia terus berjuang untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik bagi mereka yang paling membutuhkan.
➡️ Baca Juga: PLN Mendorong Generasi Muda untuk Mengadopsi Mindset Energi Bersih yang Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Percepat RTLH di Bantaran Sungai dengan Kerja Sama Banyak Pihak




