Huawei Cloud Kembangkan Infrastruktur AI dan Andalkan AICS untuk Era Agentic yang Baru

Jakarta – Huawei Cloud semakin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung era agentic, dengan meluncurkan beragam layanan inovatif. Layanan-layanan ini tidak hanya dirancang untuk menjalankan model AI, tetapi juga untuk membantu perusahaan dalam membangun dan mengelola agen AI secara efektif dalam skala besar. Pengumuman ini disampaikan oleh Dr. Peter Zhou, Director of the Board Huawei dan CEO Huawei Cloud, pada hari kedua acara HUAWEI CONNECT 2026 yang berlangsung di Shanghai, China, pada 21 September 2026.
Infrastruktur AI yang Siap Memasuki Era Baru
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah AI Cluster Service (AICS), yang merupakan bagian dari rencana strategis Huawei Cloud dalam menciptakan fondasi komputasi untuk AI agentic. Perubahan signifikan dalam pendekatan ini terletak pada cara pandang terhadap infrastruktur. Untuk AI berbasis agen, sebuah pusat komputasi tidak cukup hanya menyediakan daya pemrosesan; infrastruktur ini juga perlu dapat mengelola memori, menjadwalkan berbagai jenis komputasi, dan menjalankan agen AI dengan aman saat sudah berada dalam lingkungan produksi.
Konsep Agentic Infra
Huawei Cloud menyebut konsep ini sebagai Agentic Infra. Paradigma ini menekankan pada:
- Efisiensi penggunaan token
- Peningkatan kapasitas memori
- Penjadwalan terpadu antara komputasi umum dan AI
- Otonomi dengan tetap memperhatikan aspek keamanan
Menurut informasi yang disampaikan, infrastruktur ini telah melayani lebih dari 3.500 pelanggan. AICS terbaru dilengkapi dengan mekanisme pemulihan yang terdiri dari lima tingkat dan sistem observabilitas yang komprehensif, mampu mendukung pelatihan stabil selama lebih dari 40 hari di cloud dan melakukan pemulihan dari gangguan dalam waktu sepuluh menit.
Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Optimasi pada penjadwalan, cache, dan algoritma yang diterapkan pada AICS diklaim menghasilkan throughput token yang 20% lebih tinggi dibandingkan dengan layanan komputasi generasi sebelumnya. Bagi perusahaan yang mengimplementasikan AI dalam skala besar, rincian seperti ini sangat penting, karena bukan hanya kecepatan model dalam menghasilkan jawaban yang menjadi fokus, tetapi juga faktor-faktor seperti downtime, akses memori, dan efisiensi pemrosesan yang berpengaruh langsung pada biaya serta kelancaran operasional.
Memori AI yang Didesain untuk Skala Besar
Huawei Cloud juga memperkenalkan Context Memory Storage (CMS) yang ditujukan untuk agen AI yang harus mengelola tugas dalam jangka waktu panjang. Layanan ini menawarkan kapasitas memori dalam skala petabyte, yang diklaim dua kali lipat dari produk sejenis yang ada di industri. CMS juga mendukung pembacaan memori dalam skala terabyte dengan performa yang 50% lebih baik dibandingkan dengan produk sejenisnya. Dengan demikian, layanan ini dirancang untuk mengatasi tantangan ketika agen AI perlu mempertahankan konteks dalam pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dalam satu interaksi.
Akses Lebih Luas ke Model AI
Di lapisan perangkat lunak, Agentic Model as a Service (MaaS) memberikan kemudahan bagi pengembang untuk mengakses berbagai model canggih dari penyedia yang berbeda tanpa perlu melakukan proses deployment satu per satu. Pemanggilan model ini dilakukan melalui satu layanan, sehingga proses pengembangan aplikasi berbasis AI menjadi lebih efisien dan terintegrasi.
AgentArts dan Open Source
Huawei Cloud juga mengembangkan platform bernama AgentArts, termasuk versi open source yang disebut openJiuwen. Platform ini menyediakan akses ke lebih dari 5.000 aset Model Context Protocol (MCP) umum dan lebih dari 1.000 aset MCP yang spesifik untuk industri, membantu perusahaan dalam mengembangkan, menggunakan, dan mengelola agen AI. AgentArts direncanakan akan tersedia secara komersial di pasar luar China pada 30 Desember.
Memperluas Cakupan Penerapan AI di Berbagai Sektor
Huawei Cloud juga memperluas Industry AI Foundry, yang mengintegrasikan berbagai aset seperti skenario industri, model, data, pengetahuan, dan agen agar pengalaman dari satu proyek dapat diterapkan kembali dalam industri lain. Saat ini, platform tersebut telah memiliki lebih dari 1.000 aset industri dan lebih dari 1.000 proyek yang telah berhasil diterapkan. Dua zona baru, yaitu Smart Government Zone dan AI Hardware Zone, ditambahkan ke lima zona yang sudah ada sebelumnya.
Menuju Konsep Open Agentic Cloud
Dari pengembangan infrastruktur hingga platform agen dan ekosistem industri, Huawei Cloud berkomitmen untuk menuju konsep open agentic cloud. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan AI tidak hanya bergantung pada kecerdasan model, tetapi juga pada infrastruktur, perangkat pengembangan, manajemen memori, keamanan, dan ekosistem yang mendukung agar agen AI dapat beroperasi dengan efektif di dunia nyata.
Dengan inovasi-inovasi yang diperkenalkan oleh Huawei Cloud, perusahaan-perusahaan yang ingin memanfaatkan AI dalam operasional mereka kini memiliki akses ke alat dan sumber daya yang lebih kuat. Ini adalah langkah signifikan menuju efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan AI di berbagai sektor industri. Era baru agentic yang dihadirkan oleh Huawei Cloud akan membantu perusahaan meraih keunggulan kompetitif di pasar yang semakin dinamis.
➡️ Baca Juga: Ndarboy Gank Menghibur Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan Penampilan Kicau Mania
➡️ Baca Juga: Pelantikan Suahasil Nazara Stabilkan IHSG Setelah Anjlok 2,5 Persen




