Harga Avtur Meningkat Drastis, Tekanan Terhadap Bisnis Penerbangan Semakin Besar

Jakarta – Tingginya harga avtur telah menjadi sorotan utama, terutama terkait dampaknya yang signifikan terhadap biaya operasional penerbangan dan harga tiket pesawat. Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, menekankan kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi komponen harga avtur, terutama mengenai beban pajak yang dikenakan.
Pentingnya Memahami Struktur Harga Avtur
Dalam pandangan Syarif, masalah harga avtur menjadi perhatian serius bagi Komisi XII yang membidangi sektor energi. Ia menegaskan bahwa mahalnya harga avtur bukan disebabkan oleh biaya pengolahan, melainkan oleh pajak yang tinggi.
Syarif menambahkan, “Ini menjadi fokus kami di Komisi XII untuk memperhatikan isu harga avtur. Sebab, yang mahal bukanlah biaya pengolahan, tetapi pajak yang dikenakan pada avtur.” Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendasar untuk peninjauan kembali terhadap struktur pajak yang ada.
Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Harga Tiket
Legislator dari Fraksi Partai NasDem tersebut menjelaskan bahwa penting untuk melihat struktur biaya avtur secara menyeluruh, karena hal ini berdampak langsung pada biaya operasional maskapai penerbangan. Ketika biaya penerbangan meningkat, hal ini secara otomatis akan tercermin pada harga tiket yang dibebankan kepada penumpang.
- Struktur biaya avtur terdiri dari berbagai elemen, termasuk pajak.
- Pajak yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan harga tiket pesawat.
- Biaya operasional maskapai berbanding lurus dengan harga tiket.
- Pemerintah perlu mempertimbangkan aspek ini dalam kebijakan harga.
- Penumpang akan merasakan dampaknya langsung.
“Avtur itu bukan hanya dikenakan PPN, tetapi juga pajak lainnya. Ini yang perlu diperbaiki,” ungkap Syarif, seraya menekankan bahwa pihak keuangan juga harus lebih memahami isu ini.
Dampak Struktur Pajak Terhadap Industri Penerbangan
Syarif berpendapat bahwa Kementerian Keuangan harus memahami bagaimana struktur pajak berpengaruh terhadap industri penerbangan. Terutama ketika pemerintah berupaya untuk menjaga konektivitas udara dan mendukung aktivitas bandara di berbagai daerah.
“Kenaikan harga tiket bisa mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi darat,” kata Syarif, mengingatkan bahwa pembangunan jaringan jalan tol yang semakin luas kini memberikan alternatif yang lebih mudah bagi perjalanan darat.
Peralihan Moda Transportasi
“Jangan sampai penerbangan menjadi komoditas yang semakin mahal. Jika biaya penerbangan terlalu tinggi, masyarakat akan lebih memilih moda transportasi darat,” tegasnya, menyoroti bahwa infrastruktur jalan tol yang berkembang dapat mempengaruhi keputusan masyarakat.
- Pembangunan jalan tol mempermudah akses transportasi darat.
- Peralihan moda transportasi dapat mempengaruhi pendapatan maskapai.
- Penurunan penumpang berdampak pada aktivitas bandara.
- Potensi infrastruktur bandara bisa menjadi tidak terpakai.
- Kenaikan harga tiket dapat menurunkan daya tarik penerbangan.
Syarif menegaskan bahwa jika masyarakat lebih memilih menggunakan jalan tol, maka bandara akan mengalami penurunan penumpang yang signifikan. “Jika transportasi darat semakin menarik, maka penerbangan juga akan terancam sepi penumpang,” tambahnya dengan tegas.
Upaya Menahan Harga Avtur
Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, menyampaikan bahwa terdapat arahan untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk avtur, untuk bulan Oktober. Hal ini diharapkan dapat membantu meredakan tekanan terhadap biaya penerbangan.
“Untuk bulan ini, per Oktober, kami mendapatkan arahan untuk mempertahankan harga seluruh jenis BBM nonsubsidi dan avtur agar tetap sama dengan harga September,” jelas Joko, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026.
Pergerakan Harga BBM Nonsubsidi
Joko mengungkapkan bahwa pergerakan harga BBM nonsubsidi dari Januari 2025 hingga awal tahun 2026 menunjukkan kecenderungan yang relatif stabil, dengan harga tetap di bawah Rp20 ribu per liter. Ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi industri penerbangan yang saat ini tengah menghadapi tantangan berat akibat tingginya harga avtur.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan industri penerbangan dapat tetap beroperasi dengan baik dan harga tiket pesawat dapat dijaga agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam mencari solusi terbaik untuk menghadapi tantangan ini.
➡️ Baca Juga: Sudin KPKP Jakbar Laksanakan Vaksinasi Puluhan Hewan Penular Rabies di Tambora
➡️ Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Turki Melawan Timnas Rumania 27 Maret 2026




