slot depo 10k slot depo 10k
Rona

David Hadiputra Beralih dari F&B ke Pet Food untuk Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Jakarta – David Hadiputra telah menempuh perjalanan yang menarik dalam dunia bisnis, beralih dari sektor industri dan makanan dan minuman (F&B) menuju fokus yang lebih tajam ke dalam industri pet food di Indonesia. Pengalaman luas yang dimilikinya di berbagai bidang telah memberinya wawasan berharga yang kini diterapkan dalam pengembangan bisnis pet food, sebuah sektor yang terus tumbuh dengan potensi yang besar.

Memahami Kebutuhan Konsumen Sebagai Kunci Keberlanjutan Usaha

David menggarisbawahi bahwa keberlanjutan suatu usaha sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk memahami dan memenuhi kebutuhan konsumennya. Dalam pandangannya, hal ini adalah fondasi dari bisnis yang berkelanjutan. “Bagi saya, bisnis jangka panjang harus berangkat dari kebutuhan yang nyata. Kita tidak mulai dari apa yang ingin kita jual, tetapi dari apa yang benar-benar dibutuhkan konsumen,” jelasnya saat menghadiri Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Dengan latar belakang pendidikan di Singapore Institute of Management di bidang Bisnis, Pemasaran, dan Keuangan, David memulai karier profesionalnya di Singapura. Kembalinya ke Indonesia pada masa pandemi Covid-19 memicu semangatnya untuk membangun berbagai usaha, termasuk penyediaan rope untuk industri pelayaran, serta bisnis F&B melalui Gaja Chicken dan The Layer.

Pelajaran Berharga dari Pengalaman Bisnis Sebelumnya

Pengalaman dari berbagai industri telah membentuk pendekatannya terhadap pengembangan perusahaan. Salah satu pembelajaran signifikan yang didapatnya terjadi saat Gaja Chicken mulai berkembang dan menarik minat untuk dijadikan waralaba. Dalam proses tersebut, David menyadari bahwa tim dan sistem yang ada belum sepenuhnya siap untuk mendukung ekspansi yang lebih besar.

“Dari situ saya belajar bahwa demand saja tidak cukup. Semakin besar bisnis, semakin penting kesiapan tim dan sistem untuk menopang pertumbuhannya. Karena itu, saya sangat percaya pada continuous improvement,” katanya, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan berkelanjutan.

Pindah Fokus ke Industri Pet Food

Dari perjalanan bisnis yang beragam, industri pet food kini menjadi fokus utama David. Melalui perusahaan Link Two Link Indonesia (Link2Link), ia berupaya mengembangkan bisnis distribusi dan pengembangan merek pet food internasional di Indonesia. Beberapa merek yang menjadi bagian dari portofolio perusahaan termasuk Taste of the Wild, Diamond Naturals, Wanpy, dan Aatas Cat.

David melihat industri pet food di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data yang diambil dari Euromonitor International, nilai penjualan ritel di sektor pet care diperkirakan akan mencapai sekitar Rp10,4 triliun pada tahun 2026, dengan pertumbuhan sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peluang yang Belum Dimanfaatkan

Future Market Insights juga menunjukkan bahwa penetrasi pet food komersial di Indonesia masih di bawah 30 persen dari total populasi hewan peliharaan. Menurut David, hal ini mencerminkan adanya peluang yang besar, tidak hanya dari meningkatnya jumlah pemilik hewan peliharaan, tetapi juga dari kesadaran pemilik hewan tentang pentingnya nutrisi dan perawatan yang tepat.

  • Kesadaran akan nutrisi hewan meningkat
  • Jumlah pemilik hewan peliharaan terus bertambah
  • Permintaan untuk produk berkualitas tinggi meningkat
  • Inovasi dalam produk pet food menarik minat konsumen
  • Perluasan distribusi meningkatkan aksesibilitas

“Pertumbuhan industri bukan hanya soal menjual lebih banyak produk. Yang lebih penting adalah bagaimana pet owners semakin memahami kebutuhan hewan mereka dan bisa membuat keputusan yang lebih baik,” tambahnya, menekankan pada pentingnya edukasi bagi para pemilik hewan peliharaan.

Ekspansi Distribusi Link2Link

Sejak didirikan pada tahun 2024, Link2Link telah membangun jaringan lebih dari 350 retailer dan pet shop yang tersebar di Jawa, Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Dalam kurun waktu satu tahun, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan yang mengesankan, sekitar 40 persen pada tahun 2025. Melihat ke depan, Link2Link menargetkan untuk meningkatkan pendapatan hingga lima kali lipat dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Strategi Pertumbuhan yang Ambisius

Target ambisius ini akan dicapai melalui beberapa strategi, antara lain:

  • Penguatan merek yang telah ada
  • Peningkatan performa jaringan retailer
  • Perluasan distribusi ke wilayah dengan potensi tinggi
  • Pemilihan merek dan kategori produk yang selektif
  • Inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan pasar

Dengan komitmen terhadap pengembangan yang berkelanjutan dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan konsumen, David Hadiputra bertekad untuk membawa industri pet food di Indonesia menuju era baru yang penuh peluang. Melalui Link2Link, ia berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan industri ini dan meningkatkan kualitas kehidupan hewan peliharaan di seluruh Indonesia.

Dengan pendekatan yang berorientasi pada konsumen dan fokus pada inovasi, David dan timnya di Link2Link siap untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada dalam industri pet food, sebuah langkah penting yang tidak hanya menguntungkan bisnis tetapi juga meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Pemprov Lampung Mendorong Bus BRT Itera Sebagai Proyek Pionir Transformasi Transportasi Publik

➡️ Baca Juga: Cha Eun-woo Minta Maaf kepada Penggemar Setelah Terlibat Skandal Pajak

Related Articles

Back to top button