Brantas Abipraya Raih Empat Penghargaan TOP GRC Awards 2026 untuk Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali mendapatkan pengakuan signifikan dalam penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) melalui ajang bergengsi TOP GRC Awards 2026. Tahun ini, perusahaan konstruksi yang dikenal dengan inovasi dan kehandalan ini berhasil meraih empat penghargaan, mencakup berbagai kategori dari tingkat perusahaan hingga jajaran pimpinan dan Dewan Komisaris.
Pencapaian Brantas Abipraya di TOP GRC Awards 2026
Pencapaian luar biasa ini terdiri dari sejumlah penghargaan yang mencerminkan komitmen Brantas Abipraya terhadap praktik GRC yang optimal. Di antaranya adalah:
- TOP GRC Awards 2026 #5 Star untuk PT Brantas Abipraya (Persero)
- The Most Committed GRC Leader 2026 untuk Agung Fajawanto, Direktur Utama
- The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026 untuk Suradi, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
- The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026 untuk Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero)
Penghargaan-penghargaan ini tidak hanya mengakui keberhasilan yang telah diraih, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menerapkan sistem GRC yang solid guna mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Signifikansi Penerapan GRC
Penerapan GRC yang efektif di PT Brantas Abipraya didukung oleh sistem dan infrastruktur yang terintegrasi serta implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG), Manajemen Risiko, dan Compliance Management. Hal ini menjadi landasan penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Peran GRC dalam Keputusan Bisnis
Menurut Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, penghargaan tersebut merupakan suatu apresiasi sekaligus momentum untuk meningkatkan penerapan GRC di seluruh tingkat organisasi. Dian menegaskan bahwa GRC bukan hanya sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi juga berfungsi sebagai fondasi dalam pengambilan keputusan yang lebih terukur, pengelolaan risiko yang efektif, dan menjaga kesinambungan bisnis.
Integrasi GRC dalam Proses Bisnis
Menurut Dian, penting bagi perusahaan untuk menempatkan penerapan GRC sebagai bagian integral dari proses bisnis, bukan hanya sebagai fungsi pengawasan atau pelaporan. Integrasi antara tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan dengan proses bisnis harus dilakukan agar setiap keputusan yang diambil dapat dilakukan secara prudent dan responsif terhadap dinamika serta peluang yang ada.
Budaya GRC di Brantas Abipraya
Empat penghargaan yang diraih juga mencerminkan pentingnya budaya GRC yang dimulai dari pimpinan perusahaan. Pengakuan yang diterima oleh Direktur Utama sebagai The Most Committed GRC Leader, serta penghargaan untuk Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menunjukkan bahwa penguatan GRC memerlukan keterlibatan aktif dan teladan dari seluruh jajaran pimpinan.
Strategi Penguatan GRC Berkelanjutan
Bagi Brantas Abipraya, penguatan GRC merupakan bagian dari strategi untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan pengelolaan risiko yang ada. Dengan pendekatan ini, GRC diposisikan tidak hanya sebagai mekanisme kontrol, tetapi juga sebagai alat untuk memberikan perspektif dalam penentuan arah dan kualitas keputusan bisnis yang strategis.
Komitmen Terhadap Pengembangan Berkelanjutan
Dian menambahkan bahwa penghargaan TOP GRC Awards 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan yang terus dilakukan oleh perusahaan. “Kami melihat penghargaan ini sebagai bagian dari perjalanan untuk terus meningkatkan maturity GRC Brantas Abipraya,” ujarnya.
Mendorong Integrasi GRC dengan Strategi Perusahaan
Ke depan, Brantas Abipraya berkomitmen untuk mendorong agar GRC semakin terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis, sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap penciptaan nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan tema TOP GRC Awards 2026 yang mengusung “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”, yang menekankan pentingnya integrasi keberlanjutan dalam berbagai aspek perusahaan.
Adaptasi GRC dalam Dinamika Industri Konstruksi
Sejalan dengan arah tersebut, Brantas Abipraya terus berupaya untuk menerapkan GRC yang adaptif dan berorientasi pada penciptaan nilai. Penguatan GRC diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang ada di industri konstruksi, serta menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Komitmen untuk Membangun Kepercayaan Pemangku Kepentingan
“Dengan penerapan GRC yang konsisten, Brantas Abipraya berkomitmen untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan pengelolaan risiko, dan memastikan bahwa kepatuhan menjadi bagian dari budaya perusahaan,” tambah Dian. Hal ini bertujuan agar GRC tidak hanya berhenti pada pemenuhan kewajiban, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan serta berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian nasional.
Melalui berbagai langkah strategis dan komitmen yang kuat dalam penerapan GRC, PT Brantas Abipraya (Persero) menunjukkan bahwa keberhasilan dalam bisnis tidak hanya ditentukan oleh kinerja keuangan, tetapi juga oleh seberapa baik perusahaan mampu mengelola tata kelola, risiko, dan kepatuhan. Dengan demikian, keberlanjutan bisnis akan terjaga, dan perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang di masa depan.
➡️ Baca Juga: Persiapkan Diri Anda dengan Baik: 5 Soal TKA Bahasa Indonesia untuk SD yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: UI Bersinergi dengan Kementerian PPPA untuk Bekukan Status Akademik 16 Mahasiswa Terduga




