kpkgg
Rona

Axelo Nababan Memukau di Debut Akting Film Musikal “Pulang Kampung” Selain Nyanyian

Jakarta – Penyanyi muda berbakat, Axelo Nababan, baru saja merasakan pengalaman yang tak terlupakan di dunia akting melalui debutnya di film fiksi musikal Batak pertama yang berjudul “Pulang Kampung”. Selain kemampuan bernyanyi yang telah ia tunjukkan, Axelo menyuguhkan sisi lain dari dirinya dalam proyek sinematik ini, dan cerita di balik layar membuat perjalanan ini semakin menarik.

Menjelajahi Tantangan Debut Akting

Film “Pulang Kampung”, yang ditulis dan disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk dan Kristo Immanuel, dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026. Dalam prosesnya, Axelo menghadapi berbagai tantangan yang menguji kemampuannya sebagai aktor. Salah satu tantangan awal yang dihadapinya adalah mendayung sampan di tengah perairan Danau Toba, yang dikenal akan keindahannya namun juga bisa menakutkan.

Pengalaman Mendayung di Danau Toba

Axelo menceritakan momen unik saat syuting di Danau Toba, “Kami benar-benar mendayung di tengah danau, dan saat itu, saya merasa sangat tegang. Lawan main saya, Vanessa Simorangkir, sempat mengomentari ekspresi wajah saya yang ketakutan, sambil bercanda, ‘Kamu kok mukanya takut, aku nanti nangis’.” Momen ini menjadi salah satu kenangan tak terlupakan dalam proses produksi film tersebut.

Dia juga berusaha untuk menjaga ketenangan agar Vanessa, yang berperan sebagai Uli, tidak merasa grogi saat perahu mereka bergoyang-goyang akibat riak air. Meskipun tim produksi telah menyiapkan peralatan keselamatan dalam jarak yang dekat, mengayuh sampan di perairan yang luas tetap memberikan rasa tegang tersendiri.

Membangun Chemistry di Layar

Tantangan lain yang dihadapi Axelo adalah bagaimana membangun kesan seumuran dengan Vanessa, yang usianya tiga tahun lebih tua darinya. Untuk menciptakan hubungan yang lebih akrab di lokasi syuting, sutradara Bene Dion Rajagukguk mengeluarkan peraturan unik: Axelo dilarang memanggil Vanessa dengan sebutan “kakak”. Jika ia melanggar, ada ancaman denda sebesar Rp100 ribu setiap kali terjadi pelanggaran.

“Ada denda Rp100 ribu. Kadang saya masih keceplosan memanggilnya ‘kakak’, meskipun saya tidak benar-benar ditagih,” ungkap Axelo sambil tertawa. Ini menunjukkan betapa pentingnya dinamika antara dua karakter utama dalam film, yaitu Daniel dan Uli, untuk menciptakan momen-momen yang menghibur dan menyentuh hati.

Menghadapi Tantangan Vokal

Selain tantangan fisik, Axelo juga harus menghadapi tantangan vokal. “Menggabungkan koreografi, vokal, dan chemistry antara Daniel dan Uli sangat penting untuk memberikan kehidupan pada karakter,” jelasnya. Salah satu lagu yang membuatnya merasa tertekan adalah “Jamila”. Meskipun Axelo sudah terbiasa bernyanyi, lagu ini menuntutnya untuk menjelajahi genre yang berbeda dari yang biasa ia nyanyikan.

Aransemen Musik yang Menggugah

Penata musik Viky Sianipar berperan penting dalam mengolah kembali lagu-lagu Batak. Aransemen yang dibuat memberikan ruang bagi para pemain untuk mengekspresikan diri melalui energi dan gerakan koreografi yang dinamis. Dalam trailer film, penonton diperkenalkan dengan beberapa cuplikan lagu, termasuk “Jamila”, “Pulo Samosir”, “Tor-tor Hon Ma”, dan “Tirismo Lae Bangkuang”.

Proses Produksi yang Menguras Energi

Film “Pulang Kampung” menjalani persiapan yang intensif selama enam bulan, yang mencakup sesi baca naskah, latihan vokal, dan koreografi, serta rekaman lagu. Semua elemen ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap bagian dari film dapat dinikmati oleh penonton dengan baik. Pengambilan gambar dilakukan di lokasi-lokasi ikonik, seperti Danau Toba dan Pulau Samosir, serta melakukan perjalanan ke tempat-tempat menarik di Sumatera Utara dan Jakarta.

Selama proses syuting, para pemain tidak hanya dituntut untuk memberikan penampilan yang terbaik di depan kamera, tetapi juga untuk menyatu dengan latar belakang yang indah dan unik. Danau Toba, dengan keindahannya, menjadi salah satu aset penting yang menambah nilai estetika film ini.

Kesimpulan dari Debut yang Berkesan

Debut akting Axelo Nababan dalam film musikal “Pulang Kampung” bukan hanya sekadar langkah awal dalam karir aktingnya, tetapi juga merupakan perjalanan penuh tantangan yang membentuknya sebagai seorang seniman. Dengan berbagai pengalaman unik yang ia alami, baik di depan kamera maupun dalam proses kreatif, Axelo menunjukkan bahwa ia siap untuk mengambil langkah lebih besar di dunia hiburan.

Film ini tidak hanya menampilkan bakat akting Axelo, tetapi juga memberikan gambaran mendalam tentang budaya Batak melalui musik dan cerita yang menarik. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, penonton dapat menantikan penampilan Axelo dan para pemain lainnya dalam film yang akan datang ini.

➡️ Baca Juga: Tiongkok Siap Kirim Wahana ke Bulan Mengikuti Jejak Artemis II yang Ambisius

➡️ Baca Juga: PBNU Perkuat Politik Kebangsaan untuk Mendorong Stabilitas dan Kesatuan Nasional

Related Articles

Back to top button