Dosen UMI Berikan Pelatihan Kader Posyandu Borikamase untuk Cegah Stunting dengan Pangan Lokal

Kader Posyandu memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan stunting. Di Desa Borikamase, dosen dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan program pelatihan kader Posyandu yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mendukung pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan ini dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Inovasi Penguatan Kapasitas Kader Posyandu Desa Borikamase melalui Pendidikan Kader dan Pelatihan PMT Berbasis Pangan Lokal Menuju Desa Sehat.” Ketua Tim PkM, Nurjannah Abna, mengungkapkan bahwa program ini merupakan upaya sinergis antara akademisi dan masyarakat untuk membangun manusia melalui peningkatan kapasitas kader dan transformasi layanan kesehatan yang lebih aplikatif dan kontekstual.
Peran Strategis Kader Posyandu dalam Kesehatan Masyarakat
Dalam konteks kesehatan masyarakat, kader Posyandu memiliki peran yang sangat strategis, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting. Menurut Dekan FSIKP UMI, penguatan kapasitas kader tidak hanya harus terfokus pada aspek teknis pelayanan, tetapi juga pada kemampuan kepemimpinan dan komunikasi. Hal ini penting agar kader dapat mendampingi keluarga dalam pemenuhan gizi secara efektif.
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan kader untuk berinteraksi dengan masyarakat. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu berfungsi sebagai health literacy coach, yang dapat membantu keluarga memahami dan menerapkan informasi kesehatan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Komponen Pelatihan Kader Posyandu
Pelatihan kader Posyandu di Desa Borikamase mencakup berbagai komponen penting, antara lain:
- Pendidikan kepemimpinan kader
- Komunikasi kesehatan berbasis Nudge Theory
- Keterampilan memasak ilmiah untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
- Praktik pengolahan PMT dari bahan pangan lokal
- Pemenuhan gizi keluarga dengan bahan pangan yang tersedia di sekitar
Melalui pendekatan yang holistik ini, diharapkan kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik.
Manfaat Pangan Lokal dalam Pemberian Makanan Tambahan
Kegiatan pelatihan juga difokuskan pada pemanfaatan potensi pangan lokal. Salah satu kegiatan utama adalah praktik pengolahan PMT menggunakan bahan-bahan seperti ikan bandeng dan daun kelor. Pemanfaatan pangan lokal ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan makanan bergizi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi sumber pangan yang ada di sekitar mereka.
Menurut Dosen FKM UMI, Fatma Afrianty Gobel, pendekatan berbasis pangan lokal ini sangat penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Dengan variasi yang ada, masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya lokal mereka untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Pentingnya Edukasi Kesehatan Berbasis Pangan Lokal
Fatma menambahkan bahwa edukasi kesehatan yang mendekati keseharian masyarakat akan lebih mudah diterima dan diterapkan. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang ada di lingkungan sekitar, pengetahuan tentang gizi dapat diintegrasikan dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah gizi yang dihadapi.
Respon Positif dari Masyarakat dan Pemerintah Desa
Kepala Desa Borikamase, Aswing, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelatihan yang diadakan oleh dosen UMI. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sejalan dengan program desa. Aswing berharap agar kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan tidak berhenti hanya pada pelatihan saja.
Ia juga menginginkan agar sinergi antara UMI dan Pemerintah Desa Borikamase terus berkembang, tidak hanya dalam bidang kesehatan tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang lainnya, seperti pembinaan majelis taklim dan karang taruna.
Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Masa Depan
Indrawati, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Borikamase, menilai bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru dan keterampilan bagi para kader. Ia berharap apa yang telah dipelajari dapat diimplementasikan dalam kegiatan Posyandu dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ini, kader diharapkan mampu berkontribusi lebih dalam upaya pencegahan stunting di desa mereka.
Rencana Tindak Lanjut untuk Keberlanjutan Program
Di akhir kegiatan PkM, tim bersama kader dan pemerintah desa merumuskan rencana tindak lanjut (RTL) untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan. RTL ini akan diarahkan untuk mendukung kegiatan Posyandu dan berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat lainnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan peningkatan kapasitas kader Posyandu dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap literasi kesehatan dan pemenuhan gizi keluarga. Selain itu, pemanfaatan potensi pangan lokal secara berkelanjutan dapat menjadi bagian integral dalam mendukung kesehatan masyarakat di Desa Borikamase.
Pentingnya Keberlanjutan dan Dukungan Berkelanjutan
Keberlanjutan program pelatihan ini sangat penting untuk menciptakan dampak jangka panjang. Dukungan dari semua pihak, baik dari akademisi, pemerintah, maupun masyarakat, sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan kader Posyandu di Desa Borikamase dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah stunting.
Dengan pelatihan kader Posyandu yang berbasis pada pemanfaatan pangan lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dan kreatif dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang nyata untuk permasalahan kesehatan yang sedang dihadapi.
➡️ Baca Juga: BMKS Jangan Jadi Pasar Gelap, Ekonom Tekankan Transparansi Harga
➡️ Baca Juga: Krisis Energi 2026: Malaysia Hadapi Ancaman Krisis BBM Pasca Blokade Selat Hormuz




