Tiga Peserta Matematika Siap Tempuh Final The Genius Math League 2026 dan Rebut Rp1 Miliar

Jakarta – Tiga prodigy matematika dari Indonesia, yaitu Harrison Matthew Tanuwijaya, Michael Magica Ang, dan Mikhael Francis Wisanggeni, berhasil mendapatkan Boarding Pass untuk Grand Final The Genius Math League (TGML) 2026. Tiket ini diraih setelah mereka melewati tantangan yang sangat ketat dalam Regional Offline Qualification di Jakarta. Acara bergengsi ini berlangsung di Universitas Prasetiya Mulya BSD pada Senin, 21 September 2026, dan bukan hanya sekadar lomba berhitung biasa. Para peserta diuji dalam berbagai aspek, mulai dari penalaran logika, ketelitian yang sangat tinggi, hingga kemampuan pengambilan keputusan dengan tekanan waktu yang ketat.
Profil Tiga Peserta Berbakat
Kemampuan luar biasa ketiga peserta ini tidak bisa dianggap remeh. Harrison, seorang siswa kelas 11 di SMAK 3 Penabur Jakarta, berhasil meraih Juara 3 dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN-K) Matematika tingkat SMA 2026 untuk wilayah Jakarta Pusat. Selanjutnya, Michael, yang merupakan siswa kelas 10 dari SMAK BPK Penabur Bandar Lampung, dikenal sebagai langganan juara olimpiade, dengan prestasi sebagai Peringkat 1 OSN-K 2024 dan menjadi Finalis OSN 2024. Namun, sorotan paling tajam ditujukan kepada Mikhael Francis Wisanggeni, seorang siswa yang masih duduk di bangku kelas Mathematics di Sekolah Dian Harapan Global Bintaro. Ia telah mengumpulkan sejumlah medali internasional, termasuk Perfect Score SMGF 2026, Gold Award SASMO 2026, dan Gold Award Asiarope 2026.
Format Kompetisi yang Menarik
Babak kualifikasi regional di Jakarta ini merupakan bagian dari Sinar Mas Digital Day 2026 yang diadakan oleh TechConnect. Format kompetisi yang diusung mirip dengan konsep permainan bertahan hidup, yang terdiri dari berbagai tahap seperti Elimination Circuit, Precision Sprint, dan Gauntlet. Dalam tahap ini, peserta dituntut untuk mengombinasikan keakuratan dan kecepatan dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Pengalaman Berharga di Kualifikasi
Bagi Harrison, pengalaman mengikuti kompetisi ini memberikan wawasan baru yang mengasyikkan. Ia menyatakan, “Mampu lolos dari Regional Jakarta dan mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di Grand Final adalah pengalaman yang sangat berkesan. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan matematika, tetapi juga kecepatan berpikir, ketelitian, serta kemampuan untuk tetap fokus dalam waktu yang terbatas.” Harrison pun bertekad menjadikan pengalaman ini sebagai peluang untuk terus belajar dan memberikan performa terbaik di Grand Final.
Sementara itu, Michael mengungkapkan pandangannya tentang keunikan TGML yang mempertemukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Ia mengatakan, “Saya merasa senang dan bersyukur bisa menjadi salah satu peserta yang lolos ke Grand Final. Menurut saya, The Genius Math League menawarkan tantangan yang berbeda karena kita harus cepat berpikir sekaligus tetap teliti dalam menyelesaikan soal. Saya berharap bisa lebih baik mempersiapkan diri dan meraih hasil optimal di Grand Final.”
Pelajaran dari Kompetisi
Untuk Mikhael, yang merupakan peserta termuda di antara ketiganya, pengalaman ini membawanya memahami pentingnya strategi dalam berkompetisi. Ia menyatakan, “Mencapai Grand Final adalah pencapaian yang sangat berarti bagi saya. Dari kompetisi ini, saya belajar bahwa kemampuan matematika tidak hanya terletak pada mendapatkan jawaban yang tepat, tetapi juga bagaimana kita menggunakan logika, strategi, dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat. Saya ingin terus belajar dari pengalaman ini dan memberikan performa terbaik di Grand Final.”
Grand Final The Genius Math League 2026
Saat ini, Harrison, Michael, dan Mikhael sedang mempersiapkan strategi mereka untuk menghadapi laga puncak Grand Final The Genius Math League 2026. Acara ini akan dilaksanakan secara megah di ICE BSD, Tangerang, pada tanggal 23 hingga 24 Oktober 2026. Dengan total hadiah yang fantastis mencapai Rp1 miliar, event ini jauh lebih dari sekadar kompetisi. TGML 2026 juga akan menyelenggarakan Math Workshop dan Financial Education Workshop, yang bertujuan untuk menunjukkan betapa aplikatifnya matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Persiapan Menuju Grand Final
Ketiga peserta ini tentu sudah memulai persiapan matang untuk menghadapi tantangan di Grand Final. Mereka tidak hanya berfokus pada teknik menghitung, tetapi juga mempersiapkan mental dan strategi untuk bersaing dengan peserta dari daerah lain yang juga memiliki kemampuan luar biasa. Semua ini dilakukan demi meraih gelar juara dan membawa pulang hadiah yang sangat menggiurkan.
- Harrison Matthew Tanuwijaya: Juara 3 OSN-K Matematika SMA 2026
- Michael Magica Ang: Peringkat 1 OSN-K 2024
- Mikhael Francis Wisanggeni: Perfect Score SMGF 2026 dan medali emas internasional
- Format kompetisi mirip survival game dengan berbagai tahapan
- Total hadiah Grand Final mencapai Rp1 miliar
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, ketiga jagoan ini bertekad untuk memberikan yang terbaik di Grand Final The Genius Math League 2026. Akankah mereka mampu membawa pulang gelar juara dan mengukir prestasi yang membanggakan untuk Indonesia di pentas dunia? Waktu akan menjawab.
➡️ Baca Juga: BMKG Sarankan Petani Babel Tunda Penanaman Padi Menghadapi Kemarau Panjang
➡️ Baca Juga: Konser MONSTA X di Jakarta Siap Digelar dengan Tiket Mulai 1,6 Juta Rupiah




