Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Akan Dilakukan Secara Tatap Muka Kembali

Berdasarkan informasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pelatihan guru dan kepala sekolah akan dilakukan secara tatap muka atau in-house. Pada program Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pelatihan ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi para pengajar dan pemimpin sekolah. Menurut Abdul Mu’ti, pelaksanaan pelatihan ini bisa dimulai di tingkat kecamatan dan tidak akan lagi diadakan secara online.
Pelatihan ini memiliki durasi yang cukup panjang, yaitu dapat mencapai 10 hari. Menurut Mu’ti, pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga untuk membentuk karakter para guru dan kepala sekolah. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menerapkan tujuh kebiasaan, seperti bangun pagi dan melaksanakan ibadah.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berencana menghidupkan kembali dua program yang telah lama ada, yaitu program MGMP dan program Kelompok Kerja Guru (KKG). Menurut Mu’ti, kedua program tersebut efektif dalam memaksimalkan potensi dan jaringan guru. “Kami berharap semua pihak dapat memanfaatkan potensi dan jaringan yang ada, termasuk mengaktifkan kembali program-program MGMP dan KKG,” ujar Mu’ti.
Adapun program lain yang akan dijalankan oleh Kemendikdasmen, Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya ingin meningkatkan kualitas guru melalui berbagai pelatihan. “Pelatihan ini memiliki peranan penting dalam peningkatan kualitas guru,” tutur dia.
Namun, bagi Anda yang belum familiar dengan program MGMP atau KKG, berikut informasi lebih lanjut tentang kedua program tersebut. MGMP adalah forum kegiatan profesional bagi guru yang mengajar mata pelajaran yang sama pada jenjang SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK, biasanya berada pada tingkat kabupaten/kota. Sementara itu, KKG adalah forum kegiatan profesional bagi guru SD/MI/SDLB yang biasanya berada pada tingkat kecamatan atau gugus sekolah. KKG menjadi tempat bagi guru untuk berkumpul, diskusi, belajar bersama, dan meningkatkan kompetensi mengajar.
Tujuan utama dari KKG dan MGMP adalah untuk menguatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran, membantu guru mengatasi kendala dalam penerapan kurikulum, menjadi media berbagi pengetahuan dan pengalaman antar guru, serta mendukung pelaksanaan kebijakan pendidikan, khususnya implementasi kurikulum.
Selain itu, program KKG dan MGMP juga terdapat dalam implementasi Kurikulum 2013. Keduanya menjadi sarana pelatihan, diskusi, dan pendampingan bagi guru dalam menerapkan kurikulum tersebut di sekolah. Program ini juga memberikan solusi terhadap masalah pembelajaran dan penilaian, meningkatkan kemampuan guru terkait kurikulum dan metode mengajar.
➡️ Baca Juga: Infobip Berusia 20 Tahun Mendorong Penggunaan Agentic AI untuk Hyper-Personalization
➡️ Baca Juga: Nadiem Makarim Bicara Kolaborasi Pendidikan dalam Pertemuan dengan CEO Microsoft di Sidang Korupsi Chromebook
