Warnai Hari Santri, MWC NU Baron Gelar Lomba Mewarnai

Baron, 24 Oktober 2019

Tak hanya orang tua dan remaja yang menikmati semarak moment Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Kali ini adik-adik imut pada jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK)/ Raudlatul Athfal (RA) turut ambil bagian. Panitia dari PAC IPNU IPPNU Kecamatan Baron gelar lomba mewarnai untuk TK/RA, di Halaman kantor Desa Katerban Kecamatan Baron, pada hari Kamis (24/10).

Hadir dalam kesempatan tersebut dari FORPIMCAM Kecamatan Baron, MWCNU Baron, Pengurus Ansor Baron, Pengurus Fatayat NU Baron, Pengurus dan Anggota IPNU IPPNU se Kecamatan Baron guna mensukseskan acara. Serta guru dan orang tua yang mendampingi dari luar tempat acara.

Lomba mewarnai oleh IPNU IPPNU Kecamatan Baron merupakan rangkaian agenda HSN 2019 oleh MWC NU Kecamatan Baron. Adik-adik peserta yang mengikuti lomba sekitar 300 anak, terdiri dari TK / RA se Kecamatan Baron.

Peserta tampak asik dan kompetitif menyalurkan daya kreatif dan imajinasinya guna memenangkan perlombaan. Karena 6 anak yang menjadi pemenang mendapatkan hadiah. Selain itu, untuk juara 1, 2, dan, 3 mendapatkan piala. Sementara untuk juara harapan 1, 2, dan 3 mendapatkan Piagam penghargaan.

Fajar ketua PAC IPNU Baron memaparkan alasan memilih acara yang melibatkan adik-adik TK/RA, karena pentingnya tahap pendidikan usia dini untuk mengasah kemampuan dasar. Sehingga perkembangan anak kedepan akan semakin baik.

“Tujuan acara untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan penyaluran bakat anak. Selain itu juga dapat melatih keselarasan motorik, penguatan percaya diri, pengembangan afeksi dan komunikasi aktif.”, jelasnya.

Lanjut Fajar ungkapkan harapan kedepan dari acara lomba mewarnai, menurutnya berbagai dampak positif dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual dan emosional agar tumbuh menjadi insan yang berprestasi.

“Dengan diadakannya lomba mewarnai ini memiliki banyak dampak positif bagi perkembangan anak, terutama diusia dini, dapat menjadi ajang anak untuk melatih motorik hingga melatih kreatifitas dan daya imajinasi.”, tutupnya.

Kontributor: Ulya Icha
Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *