Wanita dan Peradaban

Penulis : Luluk Lailatus Sifak (Ketua PMII Rayon Boemi Angin)

Berbicara tentang wanita. Tak akan pernah habis pembahasannya. Pasalnya wanita tak akan pernah usai dengan kisahnya yang mampu melahirkan cerita inspiratif lainnya. Bulan April, adalah bulan perjuangan bagi kaum wanita. Siapa yang tak tau R.A Kartini?

Pelopor emansipasi wanita pada zamannya ini juga merupakan salah satu pahlawan wanita indonesia yang memiliki kedudukan tersendiri pada hati tiap kaumnya. Ragam cita-cita, tekad maupun gagasan yang dimilikinya mampu mengilhami perjuangannya dalam menyetarakan kedudukan untuk memperoleh pendidikan yang sama rata seperti kaum lelaki.

Semangat perjuangan, pengorbanan serta ketulusan hatinya mampu membuat wanita tergugah hatinya untuk ikut serta bangkit dari keterpurukan, melawan diskriminasi dan keluar dari kebodohan.

Karena peristiwa perjuangan ini maka setiap tanggal 21 April, hari lahir R.A Kartini diperingati sebagai hari Kartini. Dimana kita bisa belajar ulang dari sejarah, bahwa tanpa beliau mungkin selamanya seorang wanita hanya akan bergelut di dapur dengan segala perkakasanya.

Tujuan wanita untuk memperoleh pendidikan yang setara atau lebih dari lelaki, bukan bermakna untuk menyainginya atau ingin lebih baik dari lelaki. Wanita adalah bakal seorang ibu, dimana madrasah/sekolah utama bagi anak-anaknya adalah Ibunya sendiri.

Dari rahim seorang wanita yang disebut Ibu, akan lahir calon-calon generasi penerus bangsa. Untuk melahirkan penerus generasi yang cerdas, perlu seorang Ibu yang cerdas juga dalam mendidik anak-anaknya. Untuk itu, perlu ilmu banyak yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang Ibu.

Tak hayal, dizaman seperti ini banyak wanita yang di haruskan memilih pada sebuah pilihan. Memilih salah satu yang harus dijalani, padahal dengan kemahirannya wanita bisa menjelma menjadi apapun. Termasuk menjadi kepala rumah tangga, memimpin keluarga, mencari nafkah dan juga berprofesi lainnya.

Bahkan seorang wanita bisa berperan ganda hanya dalam sekali waktu, bukankah sangat mulia seorang wanita itu? Bahkan islam sangat memuliakan kedudukan seorang wanita. Keistimewaan wanita, ketika ia kecil menjadi pembuka pintu syurga bagi kedua orang tuanya, ketika beranjak dewasa ia menyempurnakan agama bagi suaminya, ketika telah menjadi seorang Ibu, surga berada di telapak kakinya.

Dizaman yang semakin modern ini, peran wanita banyak sekali dibutuhkan dalam berbagai bidang. Tak sedikit dari mereka berhasil menjadi pemimpin, pembawa berubahan, dan motivator.
Semua perempuan harus memiliki kecerdasaan, mengunakan logikanya dalam menetapkan keputusan, karena dunia ini terlalu keras bagi wanita yang hanya mampu mengendalikan cantik parasnya saja.

Dipuji karena cantik parasnya, mungkin adalah yang paling menyenangkan bagi seoranh wanita. Tapi dikagumi karena kecerdasaan yang mampu menghantarnya meraih banyak prestasi merupakan suatu kebanggan.

Jadilah wanita cerdas, yang mampu menimbang dan memutuskan perkara dengan bijak menggukan logika bukan hanya perasaan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *