slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Univrab dan STTP Dukung Pertumbuhan UMKM Usaha Bata Ringan di Pekanbaru

Dalam era yang semakin kompetitif ini, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi sangat krusial untuk perekonomian lokal. Salah satu sektor yang menunjukkan potensi besar adalah usaha bata ringan. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa peningkatan kualitas produk hanya dapat dicapai melalui investasi pada mesin baru, kenyataannya tidak selalu demikian. Di Pekanbaru, kolaborasi antara Universitas Abdurrab (Univrab) dan Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru (STTP) memberikan solusi konkret bagi UMKM usaha bata ringan yang sedang berkembang.

Pendampingan dalam Meningkatkan Kualitas Produk

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Univrab, Puspa Ningrum, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas produk tidak harus bergantung pada pembelian mesin yang mahal. Dalam pandangannya, banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi daya saing produk, salah satunya adalah perubahan budaya kerja dalam perusahaan.

Usaha kecil di sektor manufaktur perlu menyadari bahwa dengan menerapkan standar mutu dan keselamatan kerja, mereka dapat bersaing lebih baik. Puspa menekankan bahwa dalam program ini, mereka tidak menawarkan teknologi yang kompleks. Fokus utama adalah membangun sistem kerja yang solid. Dengan adanya prosedur operasional standar (SOP), pengendalian mutu, pencatatan usaha yang rapi, dan budaya keselamatan kerja (K3) yang baik, kualitas produk akan meningkat secara berkelanjutan.

Model Pendampingan yang Terintegrasi

Program pendampingan ini mengintegrasikan peningkatan kualitas produksi dengan penguatan manajemen usaha serta perhatian terhadap kesehatan lingkungan kerja. Salah satu keunggulan dari pendekatan ini adalah penerapan teknologi yang tepat guna, yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM. Hal ini sangat penting, terutama bagi usaha kecil yang sering kali kesulitan dalam mengakses teknologi canggih.

  • Menyediakan alat ukur sederhana untuk pengendalian mutu.
  • Menyusun SOP dan format quality control (QC) harian.
  • Digitalisasi logbook pencatatan usaha.
  • Menyediakan papan instruksi kerja.
  • Edukasi tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD).

Tim pengabdian ini tidak hanya berfokus pada penyediaan alat, tetapi juga memberikan pelatihan terkait dengan pentingnya pengendalian mutu. Dengan cara ini, mitra usaha dapat membangun sistem kerja yang lebih terukur tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk teknologi yang mahal. Puspa menjelaskan bahwa pendekatan ini memberi kesempatan kepada pekerja untuk memahami dan melaksanakan tanggung jawab mereka dengan lebih baik.

Peningkatan Kesadaran akan Keselamatan Kerja

Salah satu perubahan signifikan yang terlihat setelah program pendampingan adalah meningkatnya kesadaran pekerja akan keselamatan kerja. Pada awalnya, banyak pekerja yang belum menggunakan alat pelindung diri secara lengkap. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pendampingan, pekerja mulai rutin menggunakan helm keselamatan, pelindung mata, sarung tangan, celemek kerja, dan sepatu pelindung selama proses produksi.

Peningkatan penggunaan alat pelindung diri ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun budaya kerja yang lebih aman. Selain itu, hal ini juga berkontribusi pada peningkatan profesionalisme dalam usaha. Puspa menambahkan bahwa perubahan perilaku ini merupakan fondasi yang kuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan lebih produktif.

Dukungan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi

Program pendampingan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Diharapkan, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat tata kelola UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan. Puspa menjelaskan bahwa dengan model pendampingan ini, diharapkan UMKM usaha bata ringan dapat meningkatkan daya saing mereka.

  • Meningkatkan kapasitas produksi.
  • Memperkuat tata kelola usaha.
  • Menjaga konsistensi mutu produk.
  • Menjamin keselamatan kerja.
  • Mendukung keberlanjutan usaha.

Puspa menekankan bahwa model pendampingan ini dapat dijadikan contoh bagi usaha bata ringan lainnya, serta sektor manufaktur skala kecil yang menghadapi tantangan serupa dalam menjaga kualitas produk dan keselamatan kerja. Dengan strategi yang tepat, UMKM tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang pesat di tengah persaingan yang ketat.

Kesimpulan

Kerja sama antara Univrab dan STTP dalam mendukung UMKM usaha bata ringan di Pekanbaru menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dan pendampingan bagi pertumbuhan sektor usaha kecil. Dengan pendekatan yang sistematis dan terintegrasi, diharapkan usaha kecil dapat meningkatkan daya saing mereka tanpa harus terbebani oleh investasi yang besar. Melalui program ini, diharapkan akan lahir lebih banyak UMKM yang inovatif dan berdaya saing, serta mampu berkontribusi pada perekonomian lokal dengan cara yang berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Paramount Investigasi Kebocoran Film The Legend Of Aang di X, Bukan dari Sumber Internal?

➡️ Baca Juga: Cristiano Ronaldo Ucapkan Belasungkawa yang Dalam untuk Lionel Messi

Related Articles

Back to top button