Tingkatkan Kinerja Sektor Riil dengan Menyelesaikan Akar Persoalan yang Ada

Dalam konteks pembangunan ekonomi yang semakin kompleks, kinerja sektor riil menjadi elemen krusial yang perlu diperhatikan. Tidak cukup hanya menjaga agar produksi tetap berjalan; kita harus menyelami lebih dalam untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan akar persoalan yang menghambat kemajuan. Di tengah tantangan global dan perubahan kebutuhan pasar, penting untuk memastikan bahwa setiap lapangan kerja yang tercipta tidak hanya ada, tetapi juga berkualitas dan inklusif. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk meningkatkan kinerja sektor riil secara berkelanjutan.

Pentingnya Memperkuat Sektor Riil

Upaya untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) harus lebih dari sekadar memperkuat sektor riil dan mempertahankan aktivitas produksi. Aspek kualitas lapangan kerja dan kompetensi tenaga kerja harus menjadi bagian integral dari strategi ketenagakerjaan. Dalam konteks ini, sektor riil diharapkan tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan yang relevan.

Transformasi dan Adaptasi Tenaga Kerja

Transformasi industri, digitalisasi, serta perubahan kebutuhan pasar menuntut pekerja untuk memiliki keterampilan yang selalu diperbaharui. Oleh karena itu, kebijakan penciptaan lapangan kerja perlu beriringan dengan peningkatan produktivitas, pelatihan, dan reskilling. Hal ini bertujuan agar tenaga kerja tidak hanya bertahan dari ancaman PHK, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan baru dan naik kelas dalam karir mereka.

Mendorong Peningkatan Kualitas dan Kesetaraan

Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja harus disertai dengan peningkatan kualitas pekerjaan. Ini termasuk menghilangkan diskriminasi terkait upah dan gender. “Memang penting untuk menciptakan banyak lapangan kerja, tetapi kualitas pekerjaan juga harus diperhatikan untuk memastikan keadilan di pasar tenaga kerja,” ujarnya.

Serapan Tenaga Kerja Lokal yang Optimal

Esther juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan serapan tenaga kerja lokal setiap tahun melalui program peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Mengingat sekitar 1 juta sarjana saat ini masih menganggur, penting untuk menciptakan program yang mendekatkan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja.

Strategi Konkrit untuk Meningkatkan Kinerja Sektor Riil

Indef mengusulkan lima langkah konkret yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja sektor riil. Strategi pertama adalah mencocokkan kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja serta permintaan industri. Langkah kedua adalah mendorong dosen praktisi untuk mengajar di kampus, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan dunia kerja.

Inkubator Wirausaha dan Pendidikan Sejak Dini

Strategi ketiga melibatkan peningkatan jumlah inkubator wirausaha, yang memungkinkan lulusan tidak hanya mencari pekerjaan tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Keempat, penting untuk memulai pendidikan literasi entrepreneurship sejak usia dini agar pola pikir berwirausaha dapat terbangun. Terakhir, menciptakan lingkungan usaha yang mendukung melalui pengurangan biaya berusaha, menghilangkan pungutan liar, serta menerapkan regulasi yang jelas.

Merespons Tantangan Ketenagakerjaan

Pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani, menyoroti bahwa ketahanan ekonomi nasional hanya dapat dibangun jika Indonesia berani membenahi akar permasalahan sektor riil. Apindo telah menginisiasi pembentukan Task Force Debottlenecking Hambatan Berusaha untuk mengawal 14 isu prioritas dunia usaha.

Menangani Pengangguran dan Sektor Informal

Shinta juga menekankan tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi, di mana sekitar 67 persen pengangguran adalah generasi muda, khususnya dari Generasi Z. Hampir 60 persen tenaga kerja masih berada di sektor informal, menunjukkan bahwa agenda ekonomi Indonesia tidak hanya tentang menciptakan lebih banyak pekerjaan, tetapi juga memastikan tersedianya pekerjaan yang produktif, berkualitas, formal, dan berkelanjutan.

Pentingnya Perbaikan Fondasi Produksi dan Investasi

Pengamat Kebijakan Publik, Badiul Hadi, menilai bahwa pernyataan Apindo mengenai pentingnya membenahi akar persoalan sektor riil harus menjadi fokus utama pemerintah. Hal ini harus tercermin dalam agenda RAPBN 2027. Menurutnya, ketahanan ekonomi tidak hanya dapat dibangun melalui stimulus, tetapi juga memerlukan perbaikan mendasar pada fondasi produksi dan investasi.

Dengan mengidentifikasi dan menyelesaikan akar persoalan yang ada, kita dapat berharap untuk meningkatkan kinerja sektor riil. Ini bukan hanya tentang menciptakan lapangan kerja, tetapi juga tentang memastikan bahwa setiap pekerjaan yang ada berkualitas dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui langkah-langkah strategis yang terencana dan implementasi yang konsisten, sektor riil dapat berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

➡️ Baca Juga: Dow Jones Turun 570 Poin Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan di Iran

➡️ Baca Juga: Pemerintah Jamin Stabilitas Ekonomi RI di Tengah Perubahan Dinamika Global

Exit mobile version