Tim Bagana Nganjuk Berhasil Temukan Bocah SMP yang Tenggelam di Dam Brebek

 Tim Bagana Nganjuk Berhasil Temukan Bocah SMP yang Tenggelam di Dam Brebek

Nganjuk | nunganjuk.or.id  – Moch Ali Kadar Usman (15), Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) Islam Al – A’LA yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dilaporkan hilang di dam atau bendungan di Dusun Kedunggerit, Jumat (9/4/2021).

Pelajar SMP itu diduga tenggelam saat mengikuti mata pelajaran renang di sungai dangkal sekitar pukul 07.30 WIB.

Korban atas nama  Mohamad Ali Kadarusman asal Desa Godean Kecamatan  Loceret menuju dam. Setelah ditinggal guru pembimbing yang ada kepentingan kerena ibunya sakit mendadak, sebelumnya anak-anak diberi pesan tidak boleh berrnang di Dam dengan batas paralon ke timur yang boleh.

Muhamad Ali Kadarusman menuju Dam ingin renang. Korban sudah diingatkan temen-temannya. Akhirnya dia sendiri menuju ditenggah Dam dan melompat dari atas, korban bvisa berenang sampe sisi kiri dam.

Selanjutnya, korban melompat lagi dan terjebak pputaran air pada outflow dam kemudian ditolong oleh Rizki karena kewalahan teman korban berjumlah 2 orang yaitu Rohmad dan Kafa berusaha menolong dan tidak mampu menolong juga sehingga korban tenggelam.

Bersama Tim SAR dan Aparat setempat, Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Satkorcab Kabupaten Nganjuk turut membantu mencari Moch Ali Kadar Usman.

Tidak mudah untuk mencari anak tersebut, mengingat dam sungai Kedunggerit terkenal berpalung dalam dan berarus deras. Namun dengan doa dan ikhtiar bersama, Kasatkorcab Banser Nganjuk Musbichin dan tim berhasil menemukan anak tersebut pada Sabtu (10/4) pukul 09.00 WIB.

Musbichin turut menyampaikan ucapan terimakasih dan berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.

“Alhamdulillah evakuasi ini berjalan dengan baik dan korban berhasil ditemukan semoga keluarganya tabah dalam menghadapinya (cobaan ini),” tutur Musbichin.

Sementara itu, Ketua Satuan Khsuus Banser Tanggap Bencana, Tubagus Abi, menyampaikan selanjutnya korban diserahkan kepada pihak kepisian dan di bawa ke RSUD Nganjuk untuk dilakukan visum.

“Dengan di ketemukannya korban maka Ops. SAR dinyatakan di tutup dan seluruh unsur SAR gabungan kembali ke kesatuan masing – masing,” ungkapnya.

Editor: Adnan Aly

Digiqole ad

admin

Related post