Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan

 Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan

Kondisi lingkungan dari waktu ke waktu ada kecenderungan penurunan kualitas.  Kepentingan pelestarian sering diabaikan sehingga menimbulkan adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dengan terjadinya kerusakan dan pemcemaran lingkungan ternyata juga menimbulkan konflik sosial maupun konflik lingkungan. Seperti sekarang ini kita kalau sudah memasuki musim penghujan seakan-akan menjadi momok yang sangat menakutkan. Banyak terjadi bencana dimana-mana seperti tanah longsor, banjir  dan lain sebagainya. Hal tersebut berawal dari kerakusan manusia dalam mengekpolitasian alam yang mengakibatkan rusaknya ekosistem dan kerusakan lingkungan.

Kita tahu alam ini menjadi penopang utama kehidupan kita. Seperti air, tanah, tumbuhan maupun udara serta yang ada dibumi ini merupakan bagian dari alam ini. Kita bisa memanfaatkan yang ada dibumi ini. Tetapi kita juga tidak boleh lupa akan keseimbangannya, sehingga mengharuskan kita bertanggungjawab untuk tetap merawat serta memeliharanya. Karena manusia ditakdirkan sebagai pemimpin di bumi ini, sehingga harus bertanggungjawab terhadap semua isi bumi. Manusia selain mempunyai hubungan dengan Allah (hablum minnAllah), hubungan manusia dengan sesama manusia (hablum minnanas), serta yang tidak boleh lupa adalah manusia  mempunyai hubungan dan tanggungjawab dengan alam sekitar (hablum minnalalam).

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG-20201211-WA0026.jpg

Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Alam sebagai penyangga dan sumber kehidupan memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kehidupan manusia sering terabaikan.

Kerusakan ekologi yang terjadi pada area tersebut telah menyebabkan  rusaknya lingkungan ini. Hal ini selain menyebabkan tingginya kerentanan potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, juga terjadinya kekeringan. Alam bisa sebagai sahabat bahkan alam bisa menjadi murka terhadap kehidupan manusia. Seperti halnya berbagai kejadian-kejadian yang terjadi banjir dimana-mana, tanah longsor, musim yang tidak tentu, bahkan seperti angin yang terjadi di filipina ini merupakan fenomena alam.

Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan,pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Sehingga berkaitan dengan pemanfaatan kekayaan alam ini harus sesuai hukum yang berlaku. Selain itu juga ada pengendalian serta pemeliharaan lingkungan harus tetap dilakukan supaya kerusakan lingkungan yang lebih parah tidak terjadi dan bisa terkendali.

Alam ini menjadi tempat dimana eksploitasi sumber daya alam dilakukan tanpa memperhitungkan keseimbangan lingkungan dan kepentingan masyarakat. Sehingga membutuhkan pengelolaan sumber daya alamnya maupun peningkatan partisipasi masyarakatnya. Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.

Lakpesdam PCNU Nganjuk berharap dengan berbagai isu yang sedang berkembang, Seperti Kawasan Agro wisata di lereng Wilis, Selingkar Wilis serta tumbuhnya kawasan industri. Hal tersebut tidak hanya mengekploitasi Kawasan tersebut, tetapi juga mampu menjaga serta melestarikan alamnya supaya tidak terjadi kerusakan yang semakin besar.

Dalam akhir tulisan ini, hal tersebut kalau dibiarkan terus menerus keseimbangan alam ini akan lebih hancur dan berdampak pada terjadinya bencana. Serta dibutuhkan peran dari masyarakat dan juga pemerintah daerah dalam mengendalikan eksploitasi alam dan menjaga keanekaragaman hayati alam ini. Sehingga mengharuskan pemerintah khususnya daerah sebagai penggerak utama pemerintahan daerah untuk membuat regulasi atau aturan yang jelas. Supaya tidak semakin parah dan pasti terjadi kerusakan lingkungan yang nantinya juga akan merugikan masyarakat.

Penulis : Dwi Cahyono
Wakil Sekretaris Lakpesdam PCNU Nganjuk dan (Direktur eLcint) Ecology and Concervation Institute – Nganjuk

Digiqole ad

admin

Related post