Tanggul Sungai Mojoagung Jebol, Bagana Prambon Lakukan Gerak Cepat

 Tanggul Sungai Mojoagung Jebol, Bagana Prambon Lakukan Gerak Cepat

Prambon | nunganjuk.or.id – Gerak cepat dilakukan oleh Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) Prambon, Nganjuk dalam menerjunkan satuannya guna melakukan giat penanggulangan bencana berupa menangani tanggul jebol. Aksi ini akibat dari jebolnya tanggul Sungai yang berada di Desa Mojoagung, Kecamatan Prambon, Nganjuk  pada Senin (11/1/2021).

Kasakoryon Banser Prambon, Imam Mudzakir, kepada NU Online Nganjuk mengatakan pihaknya bersama unit banser lainnya langsung mengerahkan satuannya untuk menangani jebolnya tanggul Sungai Mojoagung. Menurutnya, kejadian ini merupakan dampak dari membeludaknya air yang tidak tertampung karena sungai yang dangkal.

“Kira-kira total anggota kami yang terjun ke lokasi kejadian ada sekitar 12 orang personil. Selain dari Bagana, ada juga TNI, Polsek Prambon, warga dan perangkat desa setempat,” ungkap Imam Mudzakir.

Ia mengatakan, pihaknya terus membantu dalam proses penanganan tanggul jebol mulai pukul 07.30 hingga pukul 12.00 WIB.

“Kami menerjunkan personil kami mulai awal kejadian. Rencana besok akan berlanjut kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Prambon, Ahmad Nasihin, menyampaikan fungsi utama Bagana sebagai perangkat organisasi GP Ansor dan Banser sebagai wadah untuk melakukan aksi-aksi sosial-kemanusiaan Penanggulangan Bencana (PB).

“Adapun tugasnya ialah, merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita pejuangan GP Ansor serta menyelamatkan dan mengembangkan hasil-hasil perjuangan yang telah di capai,” tuturnya.

Kader Bagana yang diturunkan, lanjut Nasih, dapat menjadi relawan kemanusiaan di lokasi terdampak bencana banjir misalnya. Ketrampilan dimiliki mereka beragam, dari water rescue, pertolongan atau penyelamatan serta cara pemindahan korban dari perairan seperti kolam, sungai, dan laut. Lalu pengetahuan medis, bantuan hidup dasar, trauma healing, pendirian tenda darurat dan manajemen posko.

“Mitigasi bencana dan bergandeng tangan dengan berbagai pihak adalah gerak yang meski dilakukan kader Bagana. Tidak bisa egois, berjalan sendiri. Militansi Bagana harus ditopang dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi agar tercapai kualitas,” tutup Nasih.

Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

admin

Related post