Tak Lekang Usia, Kakek 67 Tahun Ini Tuntaskan Diklatsar Banser

Suasana Pondok Pesantren Darut Tholibin Desa Jatisari, Kecamatan Lengkong pada Jumat malam (20/12/2019) terlihat ramai. Sebab, banyak para pemuda berkumpul guna ikuti agenda kaderisasi, yaitu Pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser oleh PAC GP Ansor Lengkong, Nganjuk.

Salah satu yang menarik perhatian peserta dan hadirin, yakni turut sertanya Mbah Sikem pada DTD, di Aula Pondok Pesantren Darut Tholibin yang semakin sesak. Banyak kader Ansor, Banser yang hadir dan tercatat terdapat 100 lebih Peserta DIklatsar yang mengikuti acara pembukaan tersebut. Nah, salah satu diantaranya adalah Mbah Sikem sebagai peserta.

“Mbah Sikem ini luar biasa. Kita harus meneladani Mbah Sikem, biarpun usia telah lanjut namun semangat dan jiwa masih muda. Beliau Banser kehormatan,” kata Moh. Musbichin, Ketua GP Ansor Kecamatan Lengkong.

Di usia yang menginjak 67 tahun, seharusnya Sikem masuk dalam jajaran kepengurusan NU. Namun, dirinya lebih memilih Banser sebagai organisasi tempat ia mengabdi kepada Nahdlatul Ulama.

“Sudah lama saya mengikuti kegiatan Banser di rumah, saya sangat senang dan nyaman berada diantara para Banser,” ungkapnya saat usai acara Pembukaan Diklatsar.

Mbah Sikem merupakan warga asal Desa Gampeng, Kecamatan Ngluyu, Nganjuk. Kampungnya terletak disebuah lereng bukit dan tak jauh dari hutan. Sehari-hari Mbah Sikem bekerja sebagai pencari kayu bakar di hutan. Sesekali ia mencari madu dari tawon liar yang berada di hutan untuk dijual.

Warga di Desa Gampeng maupun luar Desa Gampeng sudah mengerti betul siapa Mbah Sikem. Dia bukan pejabat, tetapi dikenal sebagai orang yang ikhlas dan ringan tangan ketika diajak “ngaji” dan berkegiatan di NU. Setiap malam Ahad, Mbah Sikem berkunjung ke rumah Kyai Syamsul Hadi, salah seorang Kyai yang beralamatdi Pace, Nganjuk untuk mengaji dan menambah wawasan ilmu agama. Dari situlah Mbah Sikem menjadi semangat berjuang dan mengabdi kepada NU.

Saat acara Diklatsar berlangsung, Mbah Sikem selalu menjadi sorotoan pemateri yang hadir dan mendapat banyak pujian. Hingga suatu ketika Wariyono, seorang TNI yang memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada peserta Dikltasar melihat Mbah Sikem tidak memakai sepatu. Lantas, Wariyono pun meminta Mbah Sikem untuk maju ke depan.

“Hari ini saya memberikan sepatu saya untuk Mbah Sikem, mudah-mudahan sepatu saya ini dapat bermanfaat untuk menambah semangat Mbah Sikem berkhidmat kepada NU dan NKRI,” teriaknya didepan ratusan peserta dan diikuti oleh tepuk tangan meriah dari peserta Diklat.

Moh. Musbichin, Ketua GP Ansor Lengkong mengatakan orang seusia mbah Sikem, jika di jajaran kepengurusan Ansor maka sudah tidak bisa, namun jika di Banser tidak ada batasan umur.

“Mbah Sikem, jika di jajaran kepengurusan Ansor maka sudah tidak bisa, namun jika di Banser tidak ada batasan umur,” pungkasnya.

Redaktur: Haafidh Yusuf

Editor : Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *