slot depo 10k
Bupati Lampung SelatanLamselMusrenbangPemkab Lamselradityo egi pratamarkpd 2027

Strategi Pariwisata Sebagai Prioritas Utama RKPD 2027 di Kabupaten Lampung Selatan

Lampung Selatan, sebuah kabupaten di selatan Provinsi Lampung, sedang mengejar visi menjadi destinasi wisata yang berkembang dan diminati. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, dipimpin oleh Bupati Radityo Egi Pratama, sektor pariwisata menjadi titik fokus utama dalam rencana pembangunan yang diatur dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Komitmen Terhadap Pariwisata sebagai Prioritas Utama

Keputusan ini ditegaskan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diadakan di Kecamatan Penengahan, di Balai Desa Pisang pada pertengahan Februari 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pembahasan RKPD 2027 dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta kepala desa se-Kecamatan Penengahan.

Peran Masyarakat dalam Pembangunan Pariwisata

Bupati Radityo Egi Pratama menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mewujudkan visi Lampung Selatan menjadi destinasi wisata yang diminati. Menurutnya, keterlibatan tokoh adat, pemuda, dan warga adalah kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut.

“Perkembangan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun membutuhkan kolaborasi semua elemen masyarakat. Hanya dengan bergandengan tangan, kita dapat menjadikan Lampung Selatan sebagai tujuan wisata yang menarik,” ujar Egi.

Peningkatan Infrastruktur untuk Dukung Pertumbuhan Wisata

Tujuan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga akan berdampak langsung pada ekonomi lokal. Untuk itu, pemerintah daerah berupaya memperkuat infrastruktur dan membangun ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan sektor pariwisata. Sebagai contoh, pada tahun 2025, pemerintah daerah telah membangun jalan sepanjang 270,9 kilometer, meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 42,41 kilometer.

Selain itu, sebanyak 38 unit jembatan berhasil dibangun dalam waktu 10 bulan dan alokasi dana sebesar Rp38 miliar digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Dampak Positif Pembangunan Infrastruktur

Upaya ini membawa dampak positif pada beberapa indikator makro daerah. Pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan mencapai 4,62 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung. Angka kemiskinan juga menurun menjadi 12,05 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,67 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,10 pada 2025.

“Meski masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan, ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kolaborasi membuahkan hasil,” tegas Egi.

Program Inovatif untuk Penguatan Daerah

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan ramah investasi, Bupati Egi juga meluncurkan dua program daerah, yaitu Desa Helau dan Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi).

Pada kesempatan yang sama, Camat Penengahan Hermawan memaparkan realisasi pembangunan 2025 dengan total anggaran mencapai Rp52.175.867.157. Realisasi ini meliputi rekonstruksi dan peningkatan beberapa ruas jalan strategis untuk mendukung sektor ekonomi, pertanian, perkebunan, dan pendidikan.

Usulan Prioritas Pembangunan 2026-2027

Hermawan juga menyampaikan usulan prioritas pembangunan untuk tahun 2026-2027, yang mencakup lanjutan peningkatan jalan strategis, pembangunan talud dan drainase, rehabilitasi jaringan irigasi, serta penguatan sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.

Sejumlah inovasi daerah juga terus didorong, seperti Bugisa untuk percepatan penurunan stunting, Bank Dewa sebagai konsep destinasi lingkar desa wisata, Kopi Penengahan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan UMKM unggulan dan potensi tanaman hias Way Kalam.

Bupati Egi berharap Musrenbang bukan hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk memastikan setiap program pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita ingin Penengahan ini bersih, tertata, dan menjadi destinasi yang membanggakan. Jika orang merasa nyaman saat berkunjung, mereka pasti akan kembali dan membawa cerita positif tentang Lampung Selatan,” pungkasnya.

➡️ Baca Juga: Pegadaian Tingkatkan Inklusi Keuangan dengan Program Gadai Bebas Bunga: Solusi Efisien untuk UMKM dan Kebutuhan Mendesak

➡️ Baca Juga: Mini Race Jolloro, Hiburan Seru Ngabuburit Warga Maros

Back to top button