Sukseskan Musda Jatman Nganjuk, Matan Kota Agin Gelar Seminar

Musda Jatman Nganjuk (Musyawarah Idarah Jam’iyyah ahlu tariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah) yang diselenggarakan pada hari sabtu (7/11/2020) bertempat di Pondok Pesantren Tegal Arum, Kertosono, Nganjuk. Yang dihadiri oleh para masyayikh dan mursydin se-Kabupaten Nganjuk.

Dalam acara yang mengusung tema “ Dengan Musda kita memasyrakatkan dzikir dan kita dzikirkan masyarakat” tersebut juga di dukung oleh MATAN (Mahasiswa ahlu tariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah)  tidak lupa juga mengundang dari PMII, IPNU/IPPNU, Muslimat Wathonah dll. Dihadiri juga oleh MATAN dari tulungagung dan kediri. Rangkaian acara dilaksanakan mulai pagi hari pukul 07.00 sampai 13.00 sholat dzuhur dahulu kemudian di lanjutkan Rapat Pleno.

“Kami Sebagai perwakilan MATAN ditugasi dalam acara MUSDA JATMAN untuk menjadi pelaksana seminar yang di ketuai oleh Gus Tajul Mafachir, dengan pembicara Gus Hasym, Gus Zuhal, Gus Rasyid perwakilan Pengurus Pusat MATAN dan Kyai Kharis perwakilan idaroh Wustho Jatman. Yang dimoderatori oleh wakil ketua MATAN ikhwan Wahyu Irvana,” ungkaop Ketua Matan Kota Angin Gus Tajul.

Kyai kharis menyampaikan, “Tariqah berkrontibusi dan sangat penting untuk pembangunan karakter anak bangsa, atau bahasa santrinya karakter itu akhlak, karena thariqah adalah sebuah proses.”

Begitu cuplikan seminar yang disampaikan oleh beliau. Gus Iid juga menyampaikan sedikit keterangan tentang apa itu MATAN, bermula dari kegelisahan beliau mahasiswa tidak memiliki wadah dalam hal ubudiyah, kalau PMII adalah wadah untuk aktivis, IPNU/IPPNU adalah wadah dalam perkuliahan (pendidikan), dan pada tahun 2009 beliau sowan ke maulana habib luthfi bin yahya kemudian habib luthfy langsung memberi nama MATAN.dan tugas dari matan Mengantarkan orang untuk menuju guru masing-masing.

Penigirim: Panitia Musda Jatman

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *