Serentak 20 Kecamatan, Lazisnu Berbagi Cinta 1000 Yatim

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Secara serentak, NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sodaqoh nahdlatul Ulama (LAZISNU) se-Kabupaten Nganjuk memberikan santunan kepada 1000 anak yatim piatu pada Ahad (13/9/2020).

Dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan donatur TAM Syariah, Pimpinan Cabang LAZISNU Nganjuk memusatkan acara ini di Pendopo Pemkab Nganjuk dan diikuti melalui video conference di 20 Kecamatan se-Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini merupakan acara rutin setiap bulan Muharram.

Direktur NU Care – LAZISNU Cabang Nganjuk H. Subhan Aburizal, mengungkapkan LAZISNU tetap terus berupaya istiqomah melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan meskipun itu di tengah pandemi Covid-19.

Tentu, pelaksanaannya cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penyaluran santunan anak yatim piatu cukup perwakilan masing-masing Kecamatan 10 anak dan santunan diberikan secara simbolis. Sebab itu, acara diikuti secara daring oleh masing-masing pengurus LAZISNU Kecamatan untuk mengindari kerumunan massa.

“Kita pengurus LAZISNU se-Kabupaten Nganjuk ingin berbagi dengan yatim piatu. Ini adalah kegiatan rutin setiap tahun berdasarkan amanat rapat kerja,” ungkapnya.

Selanjutnya, Subhan menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Nganjuk dan Tam Syariah yang telah mendukung dan memfasilitasi suksesnya acara ini.

“Terimakasih kepada Pemkab Nganjuk dan Tam Syariah serta seluruh NU CARE-LAZISNU se Kabupaten Nganjuk yang telah mendukung dan menyukseskan acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, berharap agar kegiatan tersebut dapat istiqamah. Bahkan, kedepan Bupati siap bekerjasama dalam program – program keumatan dengan NU CARE-LAZISNU Kabupaten Nganjuk.

“Harapan kami kegiatan ini semoga terus bergulir sehingga dapat dirasakan yatim se-Kabupaten Nganjuk khususnya,” harapnya.

Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan santunan berupa uang saku masing-masing 100 ribu rupiah dan Parcel senilai 125 ribu rupiah dari NU Care-LAZISNU dan TAM Syariah. (*)

Redaktur: Hafidh Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *