Senandung Nadzom Alala Menggema di Kemah Santri 2019

Nganjuk, 27 Oktober 2019

Dingin udara pagi dan redup sinar sang baskara tak buat redup semangat peserta menggemakan nadzoman kitab Alala di kemah santri 2019. Sejak sekitar pukul 05.00 WIB, setelah sholat subuh berjamaah, peserta sudah berkumpul di tengah lokasi kemah santri kelurahan Payaman. Panitia dari PC IPNU IPPNU bertujuan membawa suasana pesantren pada para peserta, pada minggu pagi (27/10).

Tampak rapi barisan peserta putra dan putri membentuk dua pleton barisan. Lengkap dengan lembaran yang berisi syair nasehat yang ada dalam kitab alala, kitab kecil yang menjadi kurikulum wajib setiap madrasah diniyah dan pondok pesantren NU pada kelas Ibtidaiyah.

Bersama rekan Syafi’i dan rekan Nuruddin, rekan Hafidz selaku petugas dari PC IPNU untuk memandu kegiatan nadzoman. Hafidz menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengingaatkan kembali akan kultur pesantren dan mengambil hikmah dari nasehat yang ada di dalamnya.

“Karena barangkali ada yang belum pernah ngaji Alala, padahal dalam Alala banyak nasehat yang setiap hari bisa kita lakukan. Sekaligus mengingatkan bagi yang sudah belajar Alala, namun belum mengamalkan isinya. Karena Alala berisi syair yang simple dan mudah dicerna itu memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.”, jelasnya.

Tentang kekompakan dan antusiasme peserta, Hafidz yakin bahwa peserta mayoritas sudah pernah mempelajarinya. Karena singkatnya waktu persiapan nadzoman, peserta tidak akan bisa kompak jika peserta baru membaca untuk pertama kali.

“Alhamdulillah peserta antusias mengikutinya, saya yakin mereka pernah belajar Alala. Namun jika mereka lupa, maka akan dengan mudah mengingat lagi sekaligus mengenang masa lalu di pendidikan Ibtidaiyah.”, pungkasnya.

Pantauan dilapangan NU Online Nganjuk, bahkan beberapa peserta putra delegasi PAC IPNU Berbek tetap bisa mengikuti nadzoman tanpa membaca naskah. Ini membuktikan bahwa kitab Alala memang sudah terpatri dalam benak peserta tersebut.(tuh)

Redaktur/Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *