Semua Aset NU Cless Dilindungi Undang-undang

Kertosono, 11 Maret 2020

Sejak pagi ribuan massa Banser yang melakukan Istighosah dan segelintir pendemo telah berkumpul di area pabrik air minum NU Cless. Meskipun tidak terjadi kerusuhan, namun massa yang tidak kunjung membubarkan diri membuat Forpimda turun langsung memediasi pihak terkait di Desa Juwono Kecamatan Kertosono, pada Rabu (11/03) siang.

Hadir Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Kapolres Nganjuk, Kajari, Ndandim, KasatpolPP, dan Pimpinan DPRD Nganjuk. Forpimda memberikan pemahaman kepada warga, agar paham dan mencari solusi bersama, dan kedua pihak tidak ada yang melanggar hukum.

Sehari sebelumnya, Selasa (10/03), beredar surat pemberitahuan oleh warga, terkait kegiatan pemindahan/ pengeluaran/ sterilisasi alat produksi AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) NU Cless milik PT Persada Nawa Kartika.

Meski sempat alot karena warga menolak berunding, akhirnya Kang Marhaen menjelaskan empat poin penawaran untuk menjadi kesepakatan bersama, diantaranya menetapkan perusahaan berada pada status quo, meningkatkan peran kepala desa dalam menjaga kondisi kondusif, menjadikan Nganjuk guyup rukun nyawiji, dan tidak ada satupun pihak yang boleh mengambil barang aset pabrik.

“Kita berharap betul, warga tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, seperti melompat pagar dan mengambil barang. Kita memberikan pencerahan kepada masyarakat semua,”, terangnya.

Kang Marhaen juga menghimbau untuk menghindari benturan karena merugikan kita sendiri, dan menjalankan kesepakatan bersama. Dirinya juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berada di tengah-tengah memberikan solusi dan tidak berpihak.

Perusahaan milik NU memang telah memiliki perijinan dalam beroperasi, kendati demikian ternyata ada yang belum lengkap. Sehingga perusahaan kini ditetapkan status quo tidak boleh melakukan aktivitas apapun hingga seluruh kelengkapan terpenuhi, begitupun dari pihak massa pendemo, juga tidak boleh mengeluarkan barang karena semua aset dilindungi undang-undang.

 “Warga meskipun dekat jangan sampai mengeluarkan barang, karena dilindungi undang-undang semua, tadi sudah dijelaskan pak kajari pak kapolres, jadi jangan sampai ada pelanggaran hukum,”, jelas Kang Marhaen.

Sementara itu terkait hasil keputusan, M. Sokip Wakil Ketua PC GP Ansor Nganjuk yang sejak pagi beristighosah bersama pasukan Banser menerima keputusan, dan bersama Banser akan menjaga lingkungan kondusif sambil menunggu solusi kedepan.

“Jelas kita ikuti prosedur hukum, kita serahkan pada aparat yang berwajib. Lagian tadi tegas ada upaya penyelesaian status quo secepatnya, karena kita Banser NU dan warga NU disini juga tidak sedikit, jadi semoga ada solusi terbaik.”, tandasnya.

Redaktur/ Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *