Semarak Puncak HSN 2020 MWCNU Tanjunganom

Tanjunganom | nunganjuk.or.id – Bagian dari rangkaian Hari santri Nasional (HSN) tahun 2020, MWC NU Tanjunganom mengadakan berbagai perlombaan gelaran acara puncak yang dilaksanakan pada hari Ahad, (1/11/2020).

Kegiatan diawali dengan lomba-lomba tingkat dasar yaitu lomba membaca kitab, lomba pembacaan tahlil dan lomba khitobah. Kategori perlombaan ini dipilih dengan tujuan agar budaya dan tradisi pesantren tetap terjaga kelestariannya.

Ketua panitia kegiatan Hari Santri Nasional MWC NU Tanjunganom adalah Bapak Muhajir yang sekaligus sebagai ketua Lembaga Ma’arif NU MWC NU Tanjunganom, dirinya berpesan kepada peserta lomba yaitu perlombaan ini sebagai ajang latihan keberanian.

“kalah menang jadi urusan belakang.”, tandas Bapak Muhajir saat upacara pembukaan.

Sementara itu, ketua Tanfidiyah MWC NU Tanjunganom menyatakan, semua yang datang dan ikut dalam perlombaan ini sudah menjadi juara karena sudah berani berkompetisi.

“Hanya saja akan diambil juara 1, 2 dan 3. Nanti kalau semua juara panitia yang bingung mencarikan hadiahnya”, cetus ketua Tanfidiyah MWCNU dalam sambutannya.

Lomba membaca kitab diikuti oleh 34 peserta, lomba pembacaan tahlil diikuti oleh 41 peserta dan lomba khitobah diikuti oleh 42 peserta. Mereka datang dari berbagai unsur meliputi; SD/MI, SMP/MTs, MADIN, pondok pesantren, utusan ranting. Semua peserta sangat antusias dalam kegiatan perlombaan tersebut.

“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan lomba seperti ini di tingkat MWC karena agar anak-anak kami bisa ngerti kemampuan orang lain”, ungkap pendamping lomba berikan tanggapan.

Selanjutnya, peserta menerima technical meeting sebelum pelaksanaan dimulai yang dijelaskan oleh masing-masing dewan juri lomba. Semua jenis lomba sudah dimulai pada jam 08.45. lokasi lomba baca kita ada di serambi masjid Pengkol Warujayeng, lomba pembacaan tahlil ada di lantai 1 kantor MWC NU dan lomba khitobah ada di lantai 2 kantor MWC NU Tanjungaom.

Satu persatu peserta lomba mengikuti alur yang sudah di atur oleh panita perlombaan dan berjalan lancar, hingga akhirnya semua perlombaan bisa selesai pada jam 14.15. Setelah perlombaan dinyatakan selesai dan ditutup maka dewan juri menentukan juara 1, 2 dan 3 untuk diumumkan sekaligus kepada peserta lomba dimasing-masing perlombaan. Hadiah untuk semua juara dimasing-masing lomba akan diberikan pada malam tasyakuran hari santri nasional pada malam harinya.

Puncak acara dari kegiatan hari santri nasional di MWC NU Tanjunganom adalah mengadakan Lailatul Sholawat dan peringatan maulidun Nabi Muhammad SAW. Hadir dalam kegiatan malam puncak adalah syuriah MWC NU Tanjunganom, semua ranting se MWC NU Tanjunganom, utusan perwakilan Pondok Pesantren, juara dari masing-masing dan Forbimcam yang meliputi camat Tanjunganom, Kapolsek Warujayeng dan Danramil Tanjunganom.

Inti dari malam puncak ini adalah pengajian yang disampaikan oleh KH. Ali Musthofa Said sebagai Syuriah PC NU kabupaten Nganjuk. Beliau menyampaikan sejarah kemerekaan RI yang tidak luput dari gerakan-gerakan santri. Hingga akhirnya tanggal 22 Oktober 2015 ditetapan sebagai hari santri nasional oleh presiden Joko Widodo.

Harapan beliau yaitu kita sebagai warga NU harus mengikuti dan patuh para kyai agar kita bisa utuh dan istiqomah dalam gerakan NU. Yang harus diwaspadai pada era ini adalah perang medsos, sudah banyak contoh Negara-negara yang hancur karena pengaruh negatif medsos.

“Rapatkan barisan mulai dari tingkat ranting dan tingkatkan konsolidasi pengurus MWC NU dengan pihak pemerintahan dalam hal kebijakan-kebijakan pemerintahan”, pungkas Rois Syuriah PCNU Nganjuk sebagai motivasi pengurus MWC NU Tanjunganom dan warga NU di Tanjunganom.

Kontributor : Ibnu Ishak
Editor : Moh. Maftuhul Khoir

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *