Selamat Harlah Ke 8 An-Nahdlah

Penulis : Dr. M. Ali Anwar

(Koord. Jaringan SDI Network Kab. Nganjuk, dan Dewan Pakar di Lembaga Pendidikan An-Nahdlah Gondang Nganjuk)

Kelahiran pendidikan di Indonesia dimulai dengan pola ngaji ala pesantren (pendidikan Islam), mengkaji Al-Qur’an kemudian berlanjut kitab-kitab klasik dengan metode sorogan-bandongan. Selanjutnya lahir model pendidikan yang dibawa oleh penjajah (pendidikan umum), mengkaji ilmu-ilmu praktis dengan metode klasikal

Dalam perjalanannya, pendidikan umum lebih dominan berkembang sebagai pendidikan formal (struktur pemerintah). Sedang pendidikan Islam kuat sebagai sub kultur pendidikan di Indonesia. Walaupun perkembangannya pendidikan Islam membelah menjadi dua model, yaitu tetap menjadi pendidikan kultur disatu sisi, di sisi lain masuk ke struktur pemerintah.

Pendidikan Islam yang masuk ke struktur pemerintah semula pendidikan yang diberi nama Madrasah. Dalam perkembangannya juga lahir bernama sekolah Islam. (Sekolah Dasar Islam, Sekolah Menengah Islam). Madrasah dan sekolah yang masuk struktur pemerintah secara subtabsi sama, yaitu mengajarkan nilai-nilai ke-Islaman yang menjadi materi dominan. Sedang materi-materi umum tidak se-dominan materi ke-Islaman. Begitu sebaliknya dengan pendidikan umum.

Kelahiran sekolah Islam ini menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan. Memberikan bekal para peserta didik sebagai insan yang komplit, yaitu produk pendidikan yang mampu menguasai ilmu-ilmu ke-Islaman dan ilmu-ilmu umum (praktis). ke-Islaman membentuk karakter keyakinan (kepercayaan) dan sikap (Akhlaqul Karimah). Keilmua umum memberikan pengetahuan dan ketrampilan (skill). Pendidikan Islam menjangkau keakhiratan dan pendidikan umum menjangkau dunia global.

Kelahiran pendidikan Islam berbentuk sekolah adalah model pendidikan integratif antara pendidikan yang berbentuk madrasah dan sekolah umum. Pendidikan yang mengkolaborasikan keduanya. Saya menyebutnya adalah pendidikan baru yang lahir dari pengembangan keduanya dan berintegrasi hasil kreasi sebab kebutuhan yang berkembang.

Pendidikan Islam An Nadlah (SDI Plus dan SMP Plus An Nahdlah) adalah salah satu pendidikan di kabupaten Nganjuk yang lahir dari sebab kebutuhan perkembangan tersebut. Kebutuhan pendidikan model baru yang mengintegrasikan antara pendidikan Islam dan umum. Pendidikan Islam baik yang model pesantren maupun madrasah. Pendidikan integratif model demikian yang hari ini dibutuhkan.

Kedepan pengembangan yang harus dilakukan adalah pengintegrasian antara pola pendidikan pesantren, madrasah pengembangan, pendidikan umum baik model sekolah umum maupun ketrampilan. Integrasi plus adalah pilihan ramuan dalam mengikuti pengembangan muataakhir. Penguasaan nilai religius, ilmu pengetahuan, dan teknologi adalah pilihan yang harus diambil dalam membekali para santri (anak didik) dalam menghadapi masa depan. Dimana perkembangan dunia semakin cepat dan semakin tidak menentu.

Yayasan An Nahdlah, yang di dalamnya ada SD Plus dan SMP Plus (lembaga formal), TPQ Madin (non formal) An Nahdlah kini berusia sewindu (8 tahun). Hari ini bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan Nasional (20 Mei), An Nahdlah yang berarti bangkit telah berhasil membangun misi nama, yaitu semangat untuk terus bangkit dan berkembang. Terbukti hari ini pendidikan yang ada terus berkembang baik secara kelembagaan (lahir SMP), juga terus mengembangkan prestasi yang ada dengan berbagai bukti kejuaraan.

Lembaga pendidikan yang tergabung dalam jaringan SDI Network tersebut sudah menjadi lirikan para orang tua kelas menengah ke atas yang menginginkan generasi mereka saat belajar lebih terpola dengan rapi (profesional). Mereka berharap dengan memilihkan pendidikan yang lebih baik kepada generasi mereka. An Nahdlah menjadi pilihan di wilayah Nganjuk Utara bersama lembaga pendidikan yang tergabung dalam jaringan di wilayah timur, selatan, barat, dan tengah di kabupaten Nganjuk.

Jaringan SDI Network adalah kumpulan dari lembaga-lembaga pendidikan yang ber-mainstream ahlusunah wal jamaah an nahdliyah. Yaitu lembaga pendidikan yang berafiliasi ke Nahdlatul Ulama (NU). Data hari ini yang sudah tergabung ada 14 SDI di kabupaten Nganjuk. Beberapa SDI yang ada sudah mulai mengembangkan pendidikan SMPI. Bahkan sudah ada yang mengembangkan SMAI.

Selamat harlah Lembaga Pendidikan An Nahdlah Gondang Nganjuk Jatim. Insyaallah akan terus bangkit (sesuai nama) dan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan perkembangan. Hari ini yang yang tanggal 20 Mei adalah hari kebangkitan Nasional adalah bersamaan dengan harlah An Nahdlah. Semoga terus mampu berkontribusi dan selalu dalam keberkahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *