Rumah Baru Itu Bernama Virtual

Penulis:
Dr. Ali Anwar Mhd

“Selalu ada hikmah”, adalah kalimat lanjutan dari “setiap ada musibah”.

Istilah tersebut sangat relevan di tengah merebaknya wabah pandemi virus Corona atau Covid 19.

Efek wabah yang ada, melahirkan pola interaksi sosial baru dalam berkomunikasi.

Dunia pendidikan, baik tingkat rendah maupun tingkat tinggi, proses pembelajaran dengan sistem daring. Belajar di rumah, dengan terus dipandu dan dipantau oleh guru, disamping didampingi oleh orang tua.

Guru mengajar para muridnya dengan pola jarak jauh dengan memanfaatkan fasilitas media teknologi (IT).

Dunia bisnis sudah lama memanfaatkannya. Penjual dan pembeli tidak harus bertemu saat berinteraksi. Bahkan sejak lahirnya media ini para pedagang modern sudah tidak membutuhkan tempat berjualan atau ruko besar saat berdagang.

Yang menarik, juga terjadi pola interaksi baru dalam pelaksanaan pengamalan ajaran agama.

Kemarin (08/04) kita saksikan bersama, kegiatan istighosah atau doa bersama, yang diselenggarakan bekerjasama antara Pemprov Jatim, PWNU, dan Pesantren Lirboyo Kediri, dalam melawan virus Covid 19. Pelaksanaan istighosah dan doa bersama se Jawa Timur, dilakukan dengan tempat terpisah yang disatukan melalui media on line.

Tadi malam (09/04), dengan cara yang sama, telah dilaksanakan oleh PBNU, istighosah Kubro dan doa bersama secara global, yang diikuti oleh warga NU di 22 negara, dalam rangka doa segera berakhir wabah pandemi Corona.

Bahwa dunia virtual, dengan media IT, telah masuk keseluruh ranah kehidupan, termasuk ranah cara pengamalan ajaran agama (NU).

NU yang selama ini selalu dilabeli kelompok tradisional, telah mampu masuk ke wilayah media canggih, peralatan simbul peradaban modern. Bahkan telah mampu mengintegrasikan nilai budaya dan agama dengan media modern

NU sudah mulai melepas ruang batas dan pola lama dengan interaksi tradisional, dan telah melompat kedunia virtual.

Saya memperhatikan tidak sedikit para kyai, “pembalah” kitab kuning tradisional, mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mengangkat nilai agama yang dipasarkan melalui media modern.

Tentu masih banyak hal yang sampai hari ini sudah mengalami perkembangan yang luar biasa.

Rapat koordinasi, pertemuan, diskusi, ujian sekolah, tes CPNS, hampir semua menggunakan fasilitas telekonferen dan media on line lainnya. Sambungan Komunikasi jarak jauh. Hari ini yang belum bisa, karena keadaan, akhirnya belajar bersama, mencoba bersama, dan akhirnya mampu mengoperasikan benda modern tersebut.

Saya meyakini, pasca wabah ini, semua manusia di atas bumi sudah pada canggih menggunakan semua fasilitas baru tersebut. Yang menjadi pertanda sebagai ciri media peradaban modern. Semua pada akhirnya akan menjadi penghuni rumah baru. Rumah baru tersebut adalah rumah virtual.

Semua manusia mutaakhir akan mengalami transformasi diri dalam berpola hidup dari yang gaptek menuju penguasaan teknologi canggih (dunia virtual).

Salam.

Nganjuk, 10 April 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *