Ribuan Santri di Baron Hadiri Jalan Santai Santri.

Baron, 2 Nopember 2019

Dalam rangka peringatan Hari Santri 2019, MWC NU Kecamatan Baron, Nganjuk menggelar Kirab yang diikuti oleh 5000 Santri dari berbagai Lembaga, Banom, dan Madrasah Diniyah yang tergabung dibawah koordinasi MWC NU Baron, Nganjuk, Sabtu (2/11/2019).

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Camat Baron, Kapolsek, Danramil, Tokoh Agama, Lembaga, Banom, Ranting NU, tokoh masyarakat dan pemuda se Kecamatan Baron.

Berlokasi di Jalan Baron-Lengkong, Kecamatan Baron, tampak antusiasme ribuan peserta yang hadir acara tersebut dengan dibuktikan berkumandangnya Sholawat dan Mars Syubbanul Wathon disepanjang jalan.

Ketua Panitia Jalan Santai Santri MWC NU Baron Kabupaten Nganjuk, Abdullah Munahin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai lembaga.

“Peserta jalan santai santri yang mencapai 5000 berasal dari 50 lembaga non formal maupun lembaga pendidikan setingkat, MI/SD, MTs/SMP, MA/SMK. Selain itu anggota Polsek dan Koramil Baron Kabupaten Nganjuk,” jelasnya.

Terpisah, Ketua PAC GP Ansor Baron Fauzi sekaligus Sekretaris Panitia dalam kegiatan tersebut, menambahkan pada peringatan Hari Santri tahun ini pihaknya melakukan upaya maksimal agar gaungnya semakin besar.

“Hadirnya ribuan santri menandakan jiwa mereka yang nasionalis kebangsaan,” imbuhnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut Ketua MWC NU Baron, KH Mustajib Azis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesuksesan jalan santai santri di kecamatan Baron. Panitia, menurut beliau telah berupaya dan totalitas demi lancar dan suksesnya seluruh rangkaian acara.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut andil dalam menyukseskan acara ini terkhusus semua pihak panitia yang sudah berupaya dan totalitas sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik,” tutur KH Mustajib Azis.

Sambutan Pembukaan oleh Bapak KH Abdul Wakhid Badrus. Didepan ribuan santri yang hadir, ia menjelaskan kilas balik perjuangan santri yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan negara republik Indonesia.

“Santri memiliki sejarah yang membidani berdirinya Negara Republik Indonesia, maka dari itu sebagai Santri kita wajib menjaganya,” pekiknya.

Kontributor : Fauzi
Editor : Haafidh Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *