Respon Tegas PCNU Nganjuk Hadapi New Normal, KH. Ali Musthofa : Tidak Ada Bantuan Pemerintah !

Pandemi Covid-19 sepertinya masih menjadi trending topik global. Rencana pemerintah memberlakukan new normal di saat belum tuntasnya pandemi Covid-19, tentu mendapat respon serius dari banyak pihak tak terkecuali Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk.

Senada dengan hal itu, Rais Syuriah PCNU Nganjuk, KH. Ali Musthofa Said menyampaikan bahwa PCNU Nganjuk telah maksimal dalam penanaganan Covid-19 melalui Tim Satgas serta telah merumuskan pedoman New Normal bagi kegiatan keagamaan warga Nahdliyyin, Madrasah dan Pondok Pesantren di Kabupaten Nganjuk.

Selain itu, Kyai yang akrab disapa Gus Ali ini juga menegaskan jika tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah  dalam perjalanan mengawal Covid-19 melalui Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 PCNU Nganjuk sampai hari ini.

Berikut penjelasan KH. Ali Musthofa Said, yang juga merupakan salah satu perumus pedoman new normal PCNU Nganjuk. Penjelasan ini adalah hasil wawancara tim Redaksi NU Online Nganjuk pada Selasa, (30/6/2020).

Bagaimana kepedulian PCNU terhadap masyarakat terkait Pandemi ini Pak Kyai ?

Pasca diumumkan telah terjadi wabah corona, dengan cepat PCNU Nganjuk membentuk Tim Satgas yang tersebar sampai ke ranting-ranting NU. Kita juga memberikan Edukasi kepada warga Nahdliyyin sebagai bentuk tindakan Promotif dan Preventif . Tidak hanya itu, upaya desinfeksi seperti penyemprotan, bantuan sembako, bagi-bagi masker dan membuat pedoman ibadah di masa Pandemi corona juga sudah kita lakukan bersama seluruh Badan Otonom dan Lembaga NU di Nganjuk.

Apakah PCNU Nganjuk juga menerima bantuan pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini Pak Kyai ?

Alhamdulillah, kita tidak ada bantuan sedikitpun dari pemerintah yang kabarnya di tingkat pemerintah pusat, Kabupaten Nganjuk memperoleh dana untuk penanganan covid-19 sampai milyaran bahkan triliyunan. Dalam hal ini kita tegaskan PCNU Nganjuk bergerak bersama LAZISNU serta seluruh Nahdliyyin mengoptimalkan kekuatan yang ada dalam penggalian dana tanpa bantuan dari pemerintah.

Pak Kyai, apakah PCNU Nganjuk sudah memulai kegiatan ditengah Pandemi dan wacana “Normal Baru” seperti ini ?

Alhamdulillah, PCNU Nganjuk sudah membuat pedoman New Normal untuk seluruh kegiatan mulai Cabang sampai Ranting NU. Kegiatan NU harus segera dimulai karena NU mengawal iman dan spiritual umat. Sedangkan Covid-19 menurut WHO tidak diketahui kapan berakhirnya.

Apa tidak khawatir jika nantinya kegiatan keagamaan seperti pengajian menjadi cluster baru penyebaran virus corona Pak Kyai ?

Tidak, karena dalam panduan kita ada protocol kesehatan yang wajib diterapkan. Dalam hal ini Nahdlatul Ulama khususnya di Kabupaten Nganjuk ingin menjadi “Role Model” penerapan protocol kesehatan.

Lalu, bagaimana dengan Pesantren Pak Kyai ?

Untuk Pondok Pesantren, sepenuhnya kita serahkan kepada pengasuh masing-masing apakah ada kesiapan untuk memasukkan kembali santri-santrinya.

Apakah ada dukungan Pemerintah Daerah untuk santri yang kembali ke Pesantren, misalnya dengan mengadakan rapid test kepada santri atau yang lainnya Pak Kyai ?

Untuk Nganjuk belum ada. Pesantren, Madrasah Diniyah, TPQ telah membuka kegiatan pendidikannya dan berjuang sendirian (tanpa campur tangan Pemda) untuk menjaga kesehatan santri dan siswa. Memang beberapa Kabupaten lain ada perhatian khusus dari Pemda kepada pesantren dan madrasah, saya tidak tahu Kabupaten Nganjuk kok sampai sekarang belum ada.

Pentranskrip : Hafidz Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *