Refleksi Hardiknas 2021, Pergunu Nganjuk Ajak Tingkatkan Mutu Pendidik

 Refleksi Hardiknas 2021, Pergunu Nganjuk Ajak Tingkatkan Mutu Pendidik

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Sejarah pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari peran Ki Hajar Dewantara yang kini dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Atas jasanya, melalui surat keputusan presiden tahun 1959 itu, tanggal lahir Ki Hajar Dewantara ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Pada Hari Pendidikan Nasional 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusung tema “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”.

Walau tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi esensi atau makna pendidikan harus tetap sama. Pendidikan adalah modal bangsa untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Melalui pendidikan akan melahirkan generasi unggul yang siap meneruskan perjuangan leluhurnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Nganjuk, Azis Kabul pada Ahad (2/5/2021) kepada NU Online Nganjuk.

“Selamat hari pendidikan nasional tahun 2021 semoga pendidikan dinegeri ini semakin baik dan berkwalitas. Dengan pembelajaran disituasi pandemi covid 19 ini banyak hal yang kita dapatkan guru tambah semakin kreatif,inovatif dan semakin mahir menggunakan IT,” ungkapnya.

Pendidikan, lanjutnya, merupakan elemen penting dalam kehidupan. Dengan pendidikan bisa mewujudkan apa yang diinginkan. Pendidikan membuka semua yang tertutup dalam diri kita. Pendidikan juga membuat kita tidak takut untuk melangkah menapaki satu demi satu batu pijakan untuk mewujudkan impian.

“Semoga pendidikan selalu di nomor satukan oleh semua murid, orangtua, masyarakat, bahkan pemerintah. Terutama untuk pendidikan di daerah terpencil mesti perlu ada perhatian yang lebih,” imbuhnya.

Menurutnya, sebagai faktor pendorong pendidikan, semoga sarana prasarana dan tenaga pendidik harus lebih ditingkatkan. Sebab 2 hal ini penting. Apalagi di pelosok-pelosok yang sering kali terabaikan.

Ketika sarana prasarananya kurang memadai ditambah lagi pengelolaan pendidikan intern yang sering kali mengambil hak peserta didik dengan korupsi, ini bisa menghambat pendidikan.

“Maka dari itu sarana prasarana, guru yang profesional, dan pengelola di dalamnya semoga lebih baik lagi, karena tidak sedikit guru yang mengajar tidak sesuai kompetensi keahliannya. Intinya peningkatan mutu pendidik dan sarana prasarananya perlu diperhatikan,” harapnya.

Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

admin

Related post