Rakor MWC NU dan Forpimcam Rejoso, Bahas Teknis Sholat Jemaah dan Tarawih

Rejoso | nunganjuk.or.id – Guyuran Hujan pagi tak hentikan semangat Satuan Gugus Tugas MWCNU Rejoso untuk berkhidmat, dalam rapat koordinasi bersama Tim Gugus Tugas dan Forpincam yang berlangsung di pendopo Kecamatan Rejoso. Rakor kali ini membahas berbagai masalah antisiasi covid-19, salah satunya tentang penyelenggaraan sholat jemaah dan tarawih.

Hadir dalam rapat tersebut ketua Gugus Tugas MWCNU Rejoso Rohmad Udin S.Pd.I beserta anggota, Camat Rejoso Puguh Harianto, dan Kapolsek Kecamatan Rejoso.

Saat Rakor berlangsung, Watijo Selaku penasihat Gugus Tugas MWCNU Rejoso meminta kepada Ketua Gugus Tugas MWCNU Rejoso, untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan antisipatif dari Tim Gugus Tugas MWCNU Rejoso.

“Kami sudah melaksanakan penyemprotan disinfektan yang dikomandani Banser Kecamatan Rejoso, dan pembagian masker sebanyak 3300 sasaran warga jamaah masjid dan mushola, serta pengendara motor yang tidak memakai masker. “, jawab Rohmad Udin S.Pd.I ketua Gugus Tugas MWCNU Rejoso saat rakor, pada jum’at (17/04/2020) lalu.

Lanjut Rohmad Udin S.Pd.I juga menyampaikan bahwa di semua masjid dan mushola akan dijaga Banser dan Pagar Nusa untuk menertibkan jamaah. Sebab, tanpa ditertibkan jamaah tidak disiplin jalankan SOP.

“Jadi harus ada yang menertibkan, Insyaalah rencana kami dari Satgas Gugus Posko Covid-19 MWCNU Rejoso sebelum pelaksanaan sholat tarawih di hari pertama, semua imam masjid dan mushola mensosialisasikan kepada jamaah masing-masing, sehingga tidak menjadi salah paham alasan sholat ini kok cepat dan lain sebagainya.”, kata Rohmad Udin S.Pd.I.

Tanggapi itu, Camat rejoso berikan saran terkait teknis penyelenggaraan jamaah.

“Terkait dengan SOP bisa menggunakan membran bawah, meminimalisir pujian, kalau ditengah perjalanan tarawih ada yang positif, maka terpaksa sholat tarawih jamaah diputuskan, serta jarak minimal 2 meter.” ungkapnya

Menambahkan, saran dari Pak Kapolsek bahwa dalam masjid harus di kasih tanda agar tidak ramai jika banyak yang memberi tahu bahwa jarak harus 2 meter, kemudian orang yang dari rantau sedang isolasi mandiri tidak perlu ikut sholat tarawih.

“Jika untuk mengantisipasi keadaan masyarakat, agar tidak penuh ya harus pakai tenda, tapi anggarannya ya bisa di koordinasi dengan kepala desa.”, lanjutnya.

Serta saran bagi jemaah berusia tua, untuk melaksanakan sholat tarawih dirumahnya masing-masing.

Sebelumnya, Puguh selaku Camat Kecamatan Rejoso menjelaskan perkembangan pendatang yang masuk,  terdapat 1203 pendatang dari berbagai daerah baik itu zona merah, zona kuning, dan zona biru. Camat juga menghimbau selalu memakai masker, tetap menjaga jarak dan mengingatkan kepada saudara-saudara yang datang dari kota lain untuk melapor ke RT, RW, Kepala Desa dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Sementara itu, Kapolsek Rejoso juga menjelaskan perkembangan di Jawa Timur terkait dengan Covid-19 ini terus meningkat, antara positif, ODP, PDP terus meningkat, tapi di wilayah Nganjuk yang positif covid-19 tetap 9 orang.

“Semoga tidak ada peningkatan.”, harap kapolsek.(dtf)

Kontributor: Dina Tia Fatikasari
Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *