Punya Ahli Suwuk, Lingsir Wengi Bersama Komandan DKC CBP Nganjuk

Nganjuk, 27 Oktober 2019

Lingsir wengi di penghujung malam minggu membawa kesan mendalam pada event kemah santri 2019. Terutama kala moment siaga malam bernuansa tanggung jawab, obrolan keakraban, dan bahkan berbumbu misteri. Saat peserta terlelap dalam tidurnya, pasukan dari Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) tetap bersiaga terhadap segala permasalahan lapangan.

Moment kali ini redaktur NU Online Nganjuk berkesempatan untuk begadang menikmati malam, berbagi cerita bersama Komandan DKC CBP Mohamad S. Solihin dan tim CBP Nganjuk.

Lembaga semi otonom CBP-KPP selalu mesra dengan IPNU IPPNU dalam setiap kegiatan. Termasuk pada kemah santri 2019. Solihin menjelaskan bahwa CBP KPP mensupport kegiatan di lapangan IPNU IPPNU yang menjadi daya tarik besar bagi pelajar.

“Alhamdulillah kemah santri ini adalah salah satu kegiatan outdoor dari IPNU IPPNU, dengan support dari CBP KPP Kabupaten Nganjuk. Karena kegiatan lapangan adalah salah satu kegiatan yang diminati pelajar. Jadi penting berbagi tugas dengan IPNU IPPNU.”, jelasnya.

Sebagai Komandan salah satu garda terdepan dalam pengkaderan pelajar NU, Sholihin memberikan contoh baik kepada sekitar 30 orang anggotanya yang bertugas. Bertepatan pada tengah malam ada peserta yang mengadu pada panitia, dengan sigap Solihin menjawab permasalahan peserta tersebut.

“Karena salah satu tugas kita adalah pengkondisian peserta, dan back up semua kegiatan yang kosong, baik dari segi ketertiban dan sela-sela pergantian kegiatan inti acara. Total turun sekitar 30 orang, yang lain merapat menjadi pendamping dan peserta. Sebabnya masih banyak anggota kita yang dari sekolah dan pengurus PAC.”, ungkapnya.

Obrolan kian larut, dari yang serius hingga yang kocak, tidak lupa pula berbagi cerita yang berbumbu horor. Solihin menceritakan, tidak dapat dipungkiri, setiap agenda lapangan kerap terjadi kesurupan maupun gangguan ghaib. Sehingga penting adanya petugas yang mengatasi gangguan ghaib tersebut. Terkait apakah di CBP terdapat anggota yang ahli mengatasi kesurupan, ternyata ada 3 orang.

“Ahli suwuk di CBP ada tapi secara otodidak. Jadi sebenarnya belum ada pelatihan yang pas untuk itu. Tapi Ada, bahkan 3 orang yang bisa.”, jawabnya tanpa menyebut nama siapa sosok ahli suwuk tersebut.

Tidak terasa suara panitia mulai menggema pukul 02.30 WIB, pertanda waktu peserta melaksanakan sholat lail dan ijazahan. Bertepatan dengan itu, Solihin menutup obrolan dengan harapan agar kegiatan lapangan akan lebih semarak lagi tahun depan.

“Kegiatan lapangan akan terus ditingkatkan lebih variasi lagi dan konsep yang lebih bagus lagi. Sehingga peserta semakin berminat mengikuti kegiatan lapangan.”. pungkasnya dalam obrolan depan tenda sekretariat panitia kemah santri 2019, di lapangan Payaman, pada Hari Minggu (27/10).(tuh)

Redaktur/ Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *