Pra-Rapimcab PC IPNU IPPNU Nganjuk, Petakan Potensi Kader dan Tertib Aturan

Nganjuk, 24 November 2019

Malam Minggu (23/11) kian menarik antusias kader IPNU IPPNU sebelum agenda rapat pimpinan cabang (Rapimcab), sebagai permusyawaratan yang membahas isu-isu aktual dan strategis. Acara bertajuk Meet and Greet Pra-Rapimcab PC IPNU IPPNU Nganjuk kali ini angkat isu pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai akselerasi daya saing melalui inovasi, di Gedung Muslimat Desa Jatirejo. Selanjutnya pembahasan banyak soroti pentingnya implementasi PD/PRT, PPOA, dan buku pedoman Kaderisasi.

Pada sesi perkenalan dan penyampaian program unggulan, Yasin Yusuf ketua PKPT IPNU STAIM Nglawak menyampaikan pentingnya aktivis organisasi IPNU IPPNU memahami PD/PRT.

“Kelemahan kita dalam berorganisasi adalah tidak membaca dan memahami isi dari PD/PRT, padahal PD/PRT bisa dikatakan kitab suci organisasi yang harus diikuti aturannya.”, kata rekan Yasin.

Selain itu menurut Yasin, IPNU IPPNU sebagai organisasi pemuda terbesar haruslah paham perkembangan isu strategis sebagai salah satu bentuk pendidikan pada kadernya, sehingga program unggulan yang telah dijalankan PKPT STAIM Miftahul Ula banyak melakukan kajian baik kajian kitab maupun kajian isu terbaru.

“Rutinan kita ngaji kitab Fath Qorib, selain itu juga melakukan kajian-kajian tentang isu terbaru seperti bedah UU Pesantren. Jadi IPNU IPPNU di Nganjuk yang sudah membedah UU pesantren baru dua (2) yaitu di PKPT STAIM Miftahul Ula dan di rutinan PAC Berbek.”, jelasnya.

Pembahasan utama agenda Pra-Rapimcab dijabarkan langsung oleh ketua PC IPNU Nganjuk Ahmad Syafi’i Sulaiman dan Siti Zakiyatur Rofi’ah selaku ketua PC IPPNU Nganjuk pada sesi acara inti. Berdasarkan 25 slide yang ada pada penjelasan rekan Syafi’i, inti Pra-Rapimcab selain membangun motivasi optimisme kader dan membahas potensi SDM kader, salah satu point pembahasannya adalah revitalisasi implementasi PD/PRT.

“Agar organisasi berjalan lebih baik serta berjalan sehat, maka PD/PRT harus ditaati. Bukan berarti PC sok tidak, ini adalah momentum kita untuk belajar bersama.”, ungkapnya.

Hingga tengah malam, pembahasan Pra-Rapimcab PC IPNU IPPNU Nganjuk semakin mendapat antusias peserta. Begitupun pada sesi terakhir pembahasan komisi. Komisi selanjutnya terpisah menjadi komisi ketua, komisi kaderisasi, komisi organisasi, dan komisi PK PKPT.

Nuruddin waka organisasi memimpin komisi organisasi dengan memberikan kuisioner untuk dibawa pulang dan diisi oleh PAC. Kuisioner itu akan menjadi acuan PC IPNU IPPNU dalam melihat data alumni dan keaktifan Pimpinan Anak Ranting (PAR) Pimpinan Ranting (PR) Pimpinan Komisariat (PK) Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) dari seluruh Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Nganjuk.

Output pra-rapimcab selanjutnya akan menjadi bahan pada Rapimcab yang akan diadakan sekitar satu bulan lagi. Sebagai bentuk follow up dari PC IPNU Nganjuk kepada PAC, selanjutnya PC IPNU akan menugaskan delegasi yang akan turun dan melakukan pendampingan terhadap PAC yang ingin melaksanakan tertib kaderisasi, tertib administrasi dan tertib organisasi sesuai PD/PRT, PPOA, dan buku pedoman kaderisasi.

“Tentu dari PC berusaha tertib, bahkan selanjutnya kami dari PC akan mengirimkan pendamping untuk turun di PAC yang mungkin mengalami kebingungan dan kesulitan dalam mengisi kuisioner dan menjalankan aturan yang ada.”, jawab rekan Nuruddin ketika mendapat pertanyaan dari salah satu peserta.

Terkait peningkatan kualitas SDM, pendataan pada Pra-Rapimcab selanjutnya juga bertujuan akan menjadi indikator acuan pemetaan potensi kader IPNU IPPNU. Sebagai bahan perumusan program strategis yang akan diambil PC IPNU IPPNU Nganjuk.(tuh)

Redaktur/Editor: Moh. Maftuhul Khoir (Sekretaris PR IPNU Cepoko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *