Polda Jabar Siapkan Skema One Way untuk Memastikan Kelancaran Arus Balik di Selatan

Pada musim arus balik, kelancaran lalu lintas menjadi isu penting yang perlu diperhatikan, terutama di jalur-jalur utama yang sering dilalui. Polda Jawa Barat telah mempersiapkan skema satu arah atau “one way” untuk mengatasi masalah kemacetan yang mungkin terjadi di jalur selatan, khususnya dari arah Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung. Dalam konteks ini, strategi ini diharapkan dapat membantu memperlancar aliran kendaraan dan mengurangi potensi kemacetan yang sering terjadi saat arus balik.
Strategi One Way untuk Arus Balik yang Efektif
Menurut Kombes Pol Wadi Sa’bani, Direktur Binmas Polda Jabar, penerapan sistem “one way” sepenggal telah terbukti cukup efektif dalam mengelola lalu lintas. Dalam pernyataannya di Pos Pengamanan Terpadu Limbangan, ia menjelaskan bahwa strategi ini berfungsi untuk memastikan kendaraan dapat bergerak dengan lancar, terutama saat terjadi penumpukan kendaraan di jalur tersebut.
Polda Jabar berkomitmen untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur lintas yang menghubungkan Garut, Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya. Pengaturan ini mencakup analisis mendalam mengenai karakteristik jalur yang ada, yang memiliki banyak tikungan tajam, tanjakan, dan turunan. Dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi ini, tim Polda Jabar dapat merancang strategi yang lebih aman dan efektif.
Pemantauan dan Penanganan di Titik Rawan
Kombes Wadi menekankan pentingnya pemantauan yang cermat terhadap arus lalu lintas. “One way” hanya akan diterapkan ketika ada indikasi bahwa kendaraan di satu jalur mengalami kemacetan atau penurunan kecepatan yang signifikan. Ini dilakukan untuk mencegah penumpukan yang lebih parah dan memastikan bahwa kendaraan dapat bergerak dengan efisien.
- Pengaturan akan dilakukan di lokasi-lokasi yang rawan kemacetan.
- Tim akan mengamati kondisi arus lalu lintas secara real-time.
- Penerapan sistem satu arah hanya saat dibutuhkan.
- Penarikan kendaraan akan dilakukan untuk mencegah antrean panjang.
- Personel akan disiagakan untuk mengatur lalu lintas di titik-titik strategis.
Identifikasi Titik Permasalahan di Jalur Selatan
Polda Jabar juga mengidentifikasi beberapa titik masalah di jalur selatan yang dapat menghambat kelancaran arus kendaraan. Beberapa lokasi tersebut adalah aktivitas masyarakat di pasar-pasar seperti Pasar Malangbong, Bandrek, Lewo, dan Limbangan. Aktivitas ini sering kali menyebabkan penumpukan kendaraan yang signifikan, terutama saat periode arus balik.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menambahkan bahwa perlintasan kereta api adalah salah satu faktor lain yang dapat memperlambat laju kendaraan. Untuk mengatasi permasalahan ini, Polda Jabar akan menempatkan sejumlah personel di lokasi-lokasi strategis untuk meminimalisir antrean kendaraan.
Mitigasi dan Solusi untuk Meminimalisasi Kemacetan
Dalam upaya untuk mengurangi kemacetan, pihak kepolisian akan melakukan mitigasi yang tepat. Kombes Hendra menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan situasi di lapangan. “Kita akan memantau dan beradaptasi dengan kondisi yang ada untuk mencegah terjadinya kemacetan,” ujarnya.
Prediksi untuk puncak arus balik Lebaran 2026 menunjukkan bahwa ada dua waktu kritis yang perlu diwaspadai, yaitu pada tanggal 24 Maret dan 27-28 Maret. Pada tanggal-tanggal ini, diperkirakan akan terjadi volume kendaraan yang sangat tinggi, sehingga masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan mereka dengan bijak.
Pentingnya Perencanaan Perjalanan bagi Pemudik
Polda Jabar menyarankan agar masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik untuk memilih waktu yang tepat agar tidak terjebak dalam kemacetan. Kombes Hendra mengingatkan para pemudik untuk tidak melakukan perjalanan pada tanggal 24 Maret, karena pada hari tersebut diprediksi akan terjadi kepadatan yang parah.
- Disarankan untuk melakukan perjalanan pada tanggal 25, 26, atau 28 Maret.
- Pilih waktu di luar jam sibuk untuk menghindari kemacetan.
- Perhatikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas.
- Rencanakan rute alternatif jika diperlukan.
- Selalu utamakan keselamatan selama berkendara.
Dengan adanya langkah-langkah strategis yang diterapkan oleh Polda Jabar, diharapkan arus balik di jalur selatan dapat berjalan dengan lebih lancar dan aman. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi arahan dari pihak kepolisian serta beradaptasi dengan situasi lalu lintas yang ada. Dengan kerjasama antara pengendara dan instansi terkait, kita dapat menurunkan risiko kemacetan dan memastikan perjalanan yang nyaman bagi semua.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Provinsi Sulteng Siapkan 1.255 Peserta untuk Program Mudik Gratis
➡️ Baca Juga: Iran: Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi, Alami Luka Akibat Serangan AS-Israel



