Pimpinan KPK Hadiri Pekan Taaruf Pondok Al-Jauhar

Jember, 15 Oktober 2019

Pekan taaruf Pondok Pesantren Al-Jauhar Jember berlangsung istimewa. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini antusias peserta pecah kala mengetahui salah satu pemateri adalah Nurul Ghufron selaku pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus alumni dari PP Al-Jauhar Jember. Setelah upacara pembukaan, Cak Ghufron hadir mengisi materi bersama Agus Sakti di Masjid Al-Jauhar, pada hari Jumat (11/10) lalu.

Pekan taaruf merupakan kegiatan pengenalan pondok, sehingga penting hadirnya pemateri hebat untuk memberikan nutrisi pemikiran kepada seratus (100) santri baru tahun ini. Tujuannya sebagai bekal pembuka wawasan keagamaan, kebangsaan, dan motivasi bagi para santri baru dalam proses mendalami ilmu agama di PP Al-Jauhar Jember.

Cak Ghufron banyak berbagi ilmu dan pengetahuan dengan bekal segudang pengalamannya sebagai akademisi dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Dewan Ahli Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember, dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Jember. Salah satu point materinya yang berjudul Cari Ilmu itu Mencari Keberkahan, adalah agar santri fokus belajar dan tidak ambisius terhadap jabatan.

“Jangan jadi santri yang hanya ingin menjadi Dekan, pimpinan KPK dan lain-lain. Semua hal tersebut adalah kurang bagi seorang santri, sehingga fokuslah mencari ilmu maka semua akan didapatkan., jelasnya.

Lanjut Cak Ghufron juga memberikan inspirasi pada para santri baru, berbekal pengalaman ketika masih menjadi santri PP Al-Jauhar pada masa asuhan Abah Sepuh Shodiq Mahmud. Sehingga cita-cita filosofis pengasuh PP Al Jauhar untuk mencetak santri menjadi mutiara setelah lulus dapat tercapai.

“Pengalaman di pondok yang tidak enak itu harus dibayangkan oleh santri sebagai sesuatu yang enak, maka semua itu akan ditanggung oleh Allah. Dalam setiap kondisi santri harus tegar dan senyum karena ujian seperti kekurangan air dan tugas yang banyak, itu semua jalan kalian menjadi mutiara kelak setelah lulus dari kampus dan Pondok Al Jauhar., tutur pria yang kini menjadi wakil ketua forum alumni PP Al-Jauhar.

Setelah penyampaian materi, Ibu Nyai Hj. Lilik Istiqomah selaku pengasuh PP Al Jauhar saat ini memberikan apresiasi tinggi kepada dua pemateri tersebut.

Harapannya, para alumni yang sudah berkiprah di masyarakat dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri demi kemajuan PP Al-Jauhar kedepan.

“Saya sangat senang dengan apa yang di sampaikan pemateri. Esensi materinya juga sangat relevan dengan kondisi santri baru saat ini yang masih bingung mencari kebenaran jati diri., ungkapnya.

Tentang antusiasme santri, Dhuhal ketua PP Al-Jauhar berharap santri baru yang sudah dibekali motivasi oleh pimpinan KPK tersebut, akan dapat mengabdikan diri sesuai bidang keilmuan masing-masing.

“Beliau mampu memberi motivasi bagi santri baru secara nyata, sehingga hasilnya akan muncul Nurul Ghufron-Nurul Ghufron baru yang mampu mengisi pos-pos strategis di negeri ini., jelasnya.

Sesi akhir acara Penutupan, Akhsan Azis selaku moderator sampaikan syukur mendalam karena hadirnya Pimpinan KPK berlatar belakang santri memiliki karakter sufi yang kuat. Sehingga harapan kedepan dapat menjalankan amanah dalam berjihad melawan korupsi di negeri ini.

“Kita patut bangga dan bersyukur bahwa salah satu pimpinan KPK merupakan seorang sufi, yang selalu mencari kebenaran ilahi. Sejalan dengan pendapat beliau, saya mengutip makolah yang mashur, man aroda addunya faaaihi bil ilmi, waman aroda alakhirota faalaihi bil ilmi, wa man aroda huma faalaihibil ilmi., pungkasnya.

Pekan taaruf PP Al-Jauhar Jember berakhir pada Minggu (13/10), penutupan diakhiri dengan ziarah ke makam para pendiri dan pengasuh PP Al-Jauhar.

Acara tersebut yang sudah menjadi tradisi pekan taaruf PP Al-Jauhar setiap tahun.(tuh)

Kontributor: Moh. Maftuhul Khoir (Alumni PP Al-Jauhar Jember)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *