Peringati 7 Hari Meninggalnya Korban Longsor di Ngetos, PCNU Nganjuk Gelar Tahlil dan Doa Bersama

 Peringati 7 Hari Meninggalnya Korban Longsor di Ngetos, PCNU Nganjuk Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Ngetos | nunganjuk.or.id – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk melaksanakan Do’a dan Tahlil bersama untuk memperingati 7 hari meninggalnya korban musibah tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Do’a bersama ini juga ditujukan untuk keselamatan warga Kabupaten Nganjuk

Acara dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Nganjuk KH Bisri Hisyam (Gus Bisri), Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Keringan KH. Qolyubi Dahlan, Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas Ngetos Nganjuk KH. Ilyas Jauhari, Sekda Nganjuk Mokhamad Yasin, jajaran Kodim 0810 Nganjuk, jajaran Polres Nganjuk, Forkopimcam Ngetos, PC NU Care – LAZISNU Nganjuk, LPBINU Nganjuk, GP Ansor Nganjuk, Fatayat-NU Nganjuk, lembaga, badan otonom lainnya, serta warga Dusun Selopuro. Acara berlangsung di Pendopo Kecamatan Ngetos, Pukul 20.07 WIB hingga selesai.

Dalam kesempatannya, Gus Bisri menerangkan, bahwa do’a dan tahlil bersama dari pengurus cabang NU Nganjuk ini sebagai bentuk merasakan dan panggilan, kepada saudara-saudara (warga) terkena musibah tanah longsor Selopuro.

“Kiriman do’a ditujukan untuk membantu korban meninggal dunia, supaya diberikan kelonggaran di alam barzah, termasuk semua saudara-saudara kita yang telah mendahului kita, benar-benar diberikan magfirah, diberikan ampunan, dan amal salehnya mudah-mudahan diterima oleh Allah SWT,” jelas Gus Bisri usai do’a bersama, Sabtu (20/02/2021).

Segenap keluarga besar PCNU Nganjuk, lanjut GusB isri,  berharap dan memohon kepada Allah SWT supaya saudara-saudara warga NU ataupun lainnya yang masih menghadapi ujian diberikan kesabaran, ketabahan, dan diberikan jalan keluar serta jalan kebaikan.

“Kita berdo’a kepada Allah mudah-mudahan semua saudara-saudara kita yang saat ini sedang menerima musibah, termasuk orang-orang yang diberi kesabaran oleh Allah dan mudah-mudahan nanti untuk yang selanjutnya, akan selalu dan selalu diberikan jalan kebaikan yang lebih oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” ungkap Kyai Bisri

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Nganjuk Mokhamad Yasin mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengucapkan rasa terima kasih atas belasungkawa dan partisipasi dari jajaran pengurus cabang NU Nganjuk, yang telah menjalankan kegiatan do’a dan tahlil bersama untuk memperingati 7 hari meninggalnya korban tanah longsor Selopuro.

“Mudah-mudahan semua korban husnul khotimah,” harapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah di semua tingkatan baik pusat hingga daerah telah berupaya untuk merelokasi tanah warga dusun Selopuro. Bahkan berdasarkan penelitian geologi tanah di area longsor Selopuro sudah tidak aman untuk dijadikan tempat hunian.

“Kami kemarin beserta pak bupati dan KPH PKM kehutanan telah meninjau lokasi, calon lokasi yang akan digunakan tempat hunian. Sehingga, ini masih dalam proses,” terang Yasin.

Pewarta: M. N.  Afandi
Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad Digiqole ad

admin

Related post