Pergunu Nganjuk: Para Guru Harus Piawai Mendidik di Dunia Nyata dan Maya

 Pergunu Nganjuk: Para Guru Harus Piawai Mendidik di Dunia Nyata dan Maya

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Era digital dinilai sangat berpengaruh terhadap kehidupan. Baik kehidupan bermasyarakat, bersosial bahkan beragama.

Pola kehidupan yang berlangsungpun, banyak generasi mileneal yang terpengaruh pada dunia maya. Dengan fasilitas internet, generasi milenial dapat mengakses media belajar, media hiburan ataupun media dakwah.

Terkait hal tersebut, Seameo Regional Open Learning Centre (Seamolec) bekerja sama dengan Persatuan Guru NU (PERGUNU) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan bersama dalam menyongsong Hari Guru Nasional 25 Nopember meendatang.

Diklat yang diselenggarakan di Aula MI Al-Huda Kedunglo Ngronggot Kabupaten Nganjuk ini digelar untuk meningkatkan kompetensi para guru Kabupaten Nganjuk khususnya guru NU, Senin (16/11/2020).

Hadir dalam dalam kegiatan pembukaan Kepala Seksi Pendma Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk Khoirul Anam, sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk KH. Hasyim Afandi, Ketua Pergunu Nganjuk Azis Kabul, serta undangan lainnya.

Dalam sambutanya, KH. Hasyim Afandi, mengapresiasi kegiatan diklat yang diinisiasi oleh PC Pergunu Kabupaten Nganjuk. Bahkan, Kiai Hasyim menyejarahkan jika mars  pergunu diciptakan oleh orang Nganjuk.

“Semoga dengan lagu mars yang asli diciptakan oleh orang Nganjuk ini membawa barokah dan kemanfaatan untuk kader kader pergunu di Kabupaten Nganjuk,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Pendma Khoirul Anam, berharap dengan adanya diklat yang menggandeng kementerian pendidikan ini dapat membuahkan hasil.

“Khususnya dalam pengajaran guru tidak lagi hanya memanfaatkan WA untuk mengajar jarak jauh akan tetapi bisa lebih memaksimalkan penggunaan e-learning yang ada,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Pergunu Nganjuk Azis Kabul, mengungkapkan jika metode belajar daring juga bisa digunakan sebagai media yang efektif untuk mengajar. Dengan media daring-pun, setiap siswa dapat mengikuti pembelajaran baik secara live (siaran langsung) ataupun recorded (rekaman). Media online dapat menjangkau wilayah yang tidak dapat dijangkau dengan media dakwah bertemu langsung (tatap muka).

“Program ini sangatlah penting dan akan terus dilanjutkan dan diperluas, serta melibatkan lebih banyak lagi guru untuk dapat menguasai e-learning. Para guru harus piawai mendidik di dunia nyata maupun dunia maya,” tegasnya didepan puluhan peserta yang hadir.

Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *