Pemotongan Nasi Tumpeng, Tandai Peringatan Harlah Muslimat NU ke-75 di Nganjuk

 Pemotongan Nasi Tumpeng, Tandai Peringatan Harlah Muslimat NU ke-75 di Nganjuk

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Nganjuk menggelar doa bersama dan tumpengan dalam rangka memperingati Harlah ke-75 Muslimat NU pada Ahad, (28/3) di Kantor PCNU Nganjuk. Acara yang dihelat dengan tema “Hidmah Muslimat NU untuk Indonesia Berdaulat dan Sejahtera” ini sekaligus untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidayat, Sekretaris Daerah,Mohammad Yasin, jajaran Pengurus PCNU Nganjuk, Pengurus PC Muslimat NU Nganjuk, sejumlah Pengurus PAC Muslimat masing-masing 6 orang serta sejumlah undangan.

Kegiatan yang diawali dengan khatmil Quran dan doa bersama ini dihadiri sekitar 120 hadirin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Ketua PC Muslimat NU Nganjuk, Hj. Minarni Muhaimin berharap segera dapat melaksanakan kegiatan Ahad Wage setelah selama satu tahun libur dari kegiatan tersebut karena pandemi Covid 19.

Bu Min, sapaan akrabnya, juga mengemukan wawasan jauh ke depan bahwa muslimat harus mampu mengembangkan kegiatan kewirausahaan yang dapat menembus tingkat nasional berdasar potensi daerah masing-masing.

“Hal ini merupakan upaya untuk mewujudkan tujuan muslimat NU, yaitu mengangkat derajat kaum perempuan muslimat NU supaya hidupnya sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidayat menuturkan, jika Covid 19 sudah sangat menyesakkan, kegiatan apa saja serba terbatas. Oleh karena itu, imbuhnya, harus ada ikhtiar supaya pandemi ini segera berakhir, yang pertama mengubah pola hidup 3M, kedua melaksanakan vaksin bagi warga yang berusia di atas 18 tahun.

“Karena dengan vaksin akan memperkenalkan tubuh kita pada Covid 19 sehingga akan membentuk kekebalan tubuh,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati Nganjuk menyampaikan bahwa kunci utama keluarga ada di kaum ibu. Menurutnya, Ibu yang kuat akan membentuk keluarga yang hebat.

“Jadikan perkumpulan muslimat sebagai ajang kegiatan positif yang mampu berkontribusi pada peningkatan ekonomi kreatif,” pesannya sesaat sebelum potong tumpeng.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Nganjuk, KH. Bisri Hisyam dalam tausiyahnya banyak menekankan pada upaya NU beserta semua unsur banom dan lembaganya untuk menyatukan dan menyolidkan kekuatan NU, karena dari segi kuantitas NU terbesar di Indonesia.

“Seluruh elemen NU harus kompak pada satu visi satu tujuan. 10 tahun ke depan NU Nganjuk harus sudah maju dan mandiri membawa kemanfaatan untuk semua umat,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH. Qolyubi Dahlan, namun sebelumnya beliau mengemukakan filisofi jari bahwa layaknya jari, kita harus bersatu bekerja sama supaya menjadi kuat dan setiap elemen mempunyai tugas sendiri-sendiri yang harus ditunaikan masing-masing.

Redaktur : Yayuk Winarti

Digiqole ad

admin

Related post