Pembukaan Halaqoh Media NU dan Pesantren Se Jatim, Tantangan dan Peluang

Tantangan era digital dan perkembangan informasi tidak luput menjadi sorotan pegiat media Nahdlatul Ulama. Merebaknya penyebaran hoax, ujaran kebencian, radikalisme, dan terorisme melandasi kegiatan Halaqah media NU dan Pesantren se Jawa Timur di Aula Salsabila gedung PW NU Jatim, pada Sabtu (14/03) pagi.

Hadir pengisi materi diantaranya Riadi Ngasiran Pimred majalah Aula, H. Ahmad Najib AR ketua LTNNU Jatim, KH. Faris Khoirul Anam penulis buku fikih media sosial, Hamdan Hamedan CEO Kedaulatan Santri, H. Arif Afandi CEO ngopibareng.id, Sururi Arumbani New TV9 Nusantara, dan Syaifullah Ibnu Nawawi Kabiro NU Online Jawa Timur.

para pemateri hadir

Bertajuk Harlah NU-97, Pembukaan kegiatan sejak pukul 09.30 WIB oleh Gus Hasan Bisri dari media center PW NU Jawa Timur, selagi mengabsen pemateri handal yang hadir dirinya berkeyakinan bahwa media NU memiliki kualitas sangat baik.

“kalau urusan media, NU gudangnya. Saya haqqul yaqin masalah konten kita tidak kalah,“, ungkapnya mendapat sambutan tepukan tangan peserta.

Lanjut Gus Hasan mengungkapkan bahwa di berbagai lembaga dan banom NU sedang merebak Pelatihan medsos, jurnalistik, dan desain grafis dalam rangka meningkatkan konten media NU.

Terkait total kuota 100 peserta membludak, menjadi indikasi antusiasme peserta pada gelaran kali ini. Menjajal pertama kali ruang aula salsabila PW NU Jatim, peserta akan melakukan konsolidasi untuk memperkuat jaringan pegiat media NU.

peserta antusias mengikuti prosesi pembukaan

“Hari ini konsolidasi awal sekaligus ajang sindikasi, sindikat media NU se Jawa Timur,”, ungkap Gus Hasan.

Harapan kedepan kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin konsolidasi media NU, bahkan Gus Hasan mengungkapkan akan ada muktamar media NU se Indonesia.

“Harapan akan ada muktamar media NU se Indonesia.”, tandasnya.

Selain kegiatan Halaqoh, kegiatan kali ini sekaligus launching media center PW NU Jawa Timur. Hingga berita ini dirilis, kegiatan telah memasuki sesi materi.(tuh)


Redaktur/ Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *