Pasang Plang, LPBINU Rejoso Berharap Masyarakat Tak Buang Sampah Sembarangan

 Pasang Plang, LPBINU Rejoso Berharap Masyarakat Tak Buang Sampah Sembarangan

Rejoso | nunganjuk.or.id – Sampah hingga saat ini masih menjadi problem bagi lingkungan. Imam Ath-Thabari menjelaskan di dalam kitab tafsirnya, Jami’ Al Bayan Fii Ta’wil Al Qur’an. Allah SWT mengingatkan manusia bahwa sudah tampak kemaksiatan di bumi. Semua itu adalah akibat dari perbuatan manusia yang melanggar perintah Allah SWT.

Dalam konteks ini, cukup relevan untuk mengingat lagi hasil Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2019 yang dihelat di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, silam.

Munas itu juga menetapkan, haram hukumnya membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik, apabila nyata-nyata (tahaqquq) atau diduga (dzan) membahayakan lingkungan. Membuang sampah sembarangan hukumnya makruh apabila kecil kemungkinannya (tawahhum) membahayakan lingkungan.

Menyikapi hal itu Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kecamatan Rejoso melakukan bakti sosial pemasangan plang peringatan larangan membuang sampah sembarangan di lima titik di daerahnya pada Jumat (2/4).

Kelima titik tersebut antara lain Desa Mungkung, Desa Ngadiboyo, Desa Musir Lor, Desa Rejso, serta Desa Puhkerep dengan total 5 plang.

Pemasangan plang tersebut bertujuan memberi peringatan dini (early warning system) tentang larangan membuang sampah sembarangan di bantaran sungai kepada masyarakat karena menyebabkan rawan bencana banjir.

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kecamatan Rejoso Agung Iswandoyo saat dikonfirmasi mengungkapkan sengaja memasang papan peringatan tersebut. Dengan tujuan mengedukasi masyarakat dan mencegah terjadinya banjir.

“Ini merupakan satu bentuk ajakan supaya masyarakat disiplin membuang sampah pada tempatnya, bukan di sungai,” terangnya.

Sekitar 20 orang hadir dalam kegiatan ini, diantaranya Pengurus MWCNU Rejoso, Pengurus LPBINU Rejoso Agung Iswandoyo, Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kecamatan Rejoso, Kepala Desa setempat dan relawan lainnya.

Kepala Desa Mungkung, Dasar, menyampaikan ucapan terimakasih serta ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan LPBINU Rejoso ini.

“Kami mengucapkan terimakasih dan jelas perlu peran semua stakeholder, sehingga ada kerja sama untuk mencegah banjir. Semakin kita banyak lakukan pencegahan, maka semakin banyak pula manfaatnya,” tuturnya.

Pewarta: Watijo
Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

admin

Related post