— Paragraf 1 —
JAKARTA – Jika ini berhasil, sungguh inovasi canggih dan luar biasa. Rencananya PT PAM Jaya (Perseroda) menciptakan inovasi keberlanjutan untuk mengurangi sampah plastik hingga mengembangkan teknologi menciptakan air dengan menangkap partikel air dari udara.
— Paragraf 2 —
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya berencana memproduksi air minum kemasan ramah lingkungan menggunakan kemasan berbahan kertas agar tak lagi menggunakan air minum berkemasan plastik. “Nanti ada air kemasan dari kita, tapi kemasannya kertas. Kita nggak pakai plastik,” kata Arief di Balai Kota, Rabu.
— Paragraf 3 —
Menurut Arief, air minum tersebut nantinya akan dikemas menggunakan bahan kertas yang berbasis kertas sehingga lebih mudah didaur ulang dibandingkan botol plastik sekali pakai. Sebelum dijual ke masyarakat, produk tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama untuk kebutuhan rapat atau kegiatan resmi.
— Paragraf 4 —
“Saya rencananya mau memberikan pemerintah Jakarta, Pemprov itu nggak boleh pakai air kemasan plastik lagi dan kita mau trial free,” ungkap Arief. Arief berharap kehadiran air minum kemasan kertas dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi penggunaan botol plastik yang selama ini banyak digunakan dalam berbagai kegiatan perkantoran.
— Paragraf 5 —
“Harapannya nanti setiap rapat di lingkungan pemerintah tidak lagi menggunakan air kemasan plastik,” ujar Arief. Tak hanya dari segi kemasan, PAM Jaya juga tengah mengembangkan teknologi yang mampu menghasilkan air minum dengan menangkap kandungan air dari udara. Teknologi tersebut rencananya ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin.
— Paragraf 6 —
Dengan adanya teknologi itu, nantinya warga bisa langsung mengonsumsi air tanpa perlu dimasak. “Nanti kami akan punya alat yang namanya ‘trapping atmosphere’. Jadi dia itu ‘water trapping atmosphere’, dia tidak ada sumber airnya tapi bisa menciptakan air,” katanya.
— Paragraf 7 —
Teknologi Gel
— Paragraf 8 —
Selain itu, PAM Jaya juga mulai menggunakan teknologi gel khusus sebagai solusi menutup kebocoran pada jaringan pipa air agar tak lagi harus membongkar pipa yang ada. Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, teknologi tersebut bekerja dengan memasukkan gel ke dalam jaringan pipa yang mengalami kebocoran. Gel itu kemudian akan menutup celah atau lubang pada pipa.
— Paragraf 9 —
“Sekarang kita punya gel. Jadi pipa yang bocor tidak perlu dibongkar untuk ukuran-ukuran tertentu. Gel itu seperti teknologi pada ban ‘run flat tire’. Ketika ada lubang, dia akan langsung menutup,” kata Arief di Balai Kota Jakarta, Rabu. Menurut dia, teknologi tersebut telah diuji coba pada jaringan pipa di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Hasilnya, kebocoran pada pipa dapat tertutup dengan cepat tanpa perlu pembongkaran.
— Paragraf 10 —
Arief menjelaskan, gel tersebut dapat bertahan hingga sekitar delapan tahun sehingga dinilai efektif untuk mengurangi kebocoran pada jaringan pipa lama. “Waktu kita coba sekitar jam dua malam, yang bolong-bolong langsung tertutup dan itu bisa delapan tahun bertahan. Kita sekarang sudah punya,” ungkap Arief.
— Paragraf 11 —
Penggunaan teknologi ini juga diharapkan dapat membantu menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), yaitu air yang sudah diproduksi namun tidak tercatat sebagai penggunaan pelanggan.
➡️ Baca Juga: Luhut Tegaskan Peran Negara Maju dalam Konflik Global dan Perang yang Terjadi
➡️ Baca Juga: SMAN 34 Jakarta Terima Kunjungan Medcom Goes to School: Penghargaan Bagi Kami