Nilai Lebih Kader IPNU IPPNU, Motivasi dari Makesta di Pace

Masa libur semester banyak dimanfaatkan pengurus IPNU IPPNU untuk melakukan kegiatan kaderisasi. Begitupun dengan PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pace. Seperti biasa, kegiatan kaderisasi selalu menyuguhkan menu-menu pengetahuan baru, maupun motivasi dalam berjuang sebagai bentuk pengembangan diri bagi seluruh kader IPNU IPPNU.

Kali ini, Yasin Yusuf selaku perwakilan dari PC IPNU IPPNU Nganjuk hadiri MAKESTA PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pace. Dirinya mengutip dawuh Pendiri IPNU agar mewanti-wanti para peserta makesta untuk bersikap lebih insklusif.  

“IPNU IPPNU adalah wadah untuk membentuk manusia yang berilmu, yang dekat dengan Masyarakat, bukan manusia calon kasta elit di masyarakat.”, kata Yasin saat isi sambutan pada akhir Desember lalu (29/12/19).

Makesta IPNU IPPNU Kecamatan Pace

Lanjut Yasin mengungkapkan, bahwa di IPNU IPPNU ini masih banyak kader yang pemalu dan tidak mau bekerja keras, masih malu untuk mengembangkan kreatifitasnya, kebanyakan masih terdoktrin untuk diam.

“Sehingga mereka tidak pernah tau dan menemukan potensi yg ada dalam dirinya”, tandasnya.

Pemuda yang pernah menjabat Waka Dakwah IPNU PAC Pace periode 2017-2019 ini juga berikan simpulan, bahwa menjadi seorang ketua pengurus IPNU IPPNU harus memahami keinginan anggota dan memberikan ruang yang cukup bagi peningkatan minat bakat dan partisipasinya.

Dengan demikian setiap program kerja PAC harus berorientasi pada fenomena terupdate, akan tetapi tidak lupa dengan kultur Amaliah NU. Sehingga para anggota, khususnya bagi yang sudah menjadi mahasiswa merasa terobati kehausan akan pemahaman suatu keilmuan, apalagi jika sudah berhubungan dengan agama, tidak mudah terjerumus dalam faham-faham radikal yang tengah menjamur subur di Indonesia.

Pendekatan seperti itu akan mudah dilakukan oleh kader-kader IPNU-IPPNU yang berangkat dari bawah, kemudian terinternalisasi melalui konsep trilogi pelajar, yaitu belajar, berjuang dan bertakwa.

Sementara itu, KH Nur Hasyim selaku ketua MWC NU Pace dalam sambutannya mengatakan, bahwa syarat pemimpin sejati adalah mereka yang tidak berhenti dan terus menerus belajar, memiliki jiwa pejuang, mau berkorban untuk rakyatnya, tidak mementingkan diri sendiri dan selalu menjaga kekuatan spiritual Ilahiah dengan ketakwaanya kepada Allah SWT.

“Kriteria pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat.”, tutur KH Nur Hasyim.

Beliau juga menyinggung tentang alumni PKPT IPNU IPNNU, menurutnya dukungan pemahaman ketika menjadi mahasiswa dengan konsep tridharma kampus yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian, dapat menjadi nilai lebih ketika kader-kader alumni PKPT ini terjun kemasyarakat.(tuh)

Editor: Moh. Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *