New Normal, Paguyuban PaPa-NU Desak Pemkab Nganjuk Lakukan Ini

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Wabah virus corona yang melanda dunia, termasuk Indonesia telah berdampak buruk terhadap beberapa bidang industri di Tanah Air. Salah satunya adalah Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan yang kehilangan pemasukan lantara banyak acara festival atau pertunjukkan musik dibatalkan karena protokol kesehatan untuk melakukan social distancing. 

Hal itu membuat banyak vendor, MC nganten, kru panggung, dan pekerja layar pertunjukkan lainnya kehilangan mata pencaharian. 

Sebagai bentuk dukungan antar sesama pekerja industri kreatif dan pertunjukan, Paguyuban Pranatacara Jawi Nahdlatul Ulama (PaPa-NU) menginisiasi #GerakanBersama dalam bentuk meminta Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk segera memberikan izin kembali digelarnya acara-acara resepsi.

“Kami meminta kepada Pemkab Nganjuk dalam hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali ekonomi vendor-vendor teknisi, panggung, sound system, lightning, catering, dan lain-lain di mana mereka itu teman-teman dan begitu ada pandemi secara langsung seluruh project mereka langsung dibatalkan dan tidak ada kejelasan sampai kapan diperbolehkan kembali,” ucap Koordinator PaPa-NU Moh. Parsito saat dihubungi Redaksi melalui telepon pada Kamis (11/6/2020). 

Paguyuban PaPa-NU Kabupaten Nganjuk

Paguyuban Pranatacara Jawi NU (PaPa-NU) didukung oleh Komunitas lainnya telah melakukan pendataan para pekerja lepas bidang industri pertunjukan yang terdampak dengan melakukan jaringan komunikasi dengan pihak mitra vendor produksi yang bekerja sama dengan PaPa-NU. Ternyata jumlahnya cukup banyak. Sehingga mereka membuat strategi bagaimana cara menyampaikan aspirasi tersebut. 

“Kami ingin bertemu Bupati secara langsung sebagai penentu kebijakan dan kami siap menjalankan protocol yang ada serta kami siap mengkampanyekan pada masyarakat,” tegas Moh. Parsito mantap.

Selain itu, Moh. Parsito menambahkan telah terkumpul lebih dari 1500 tanda tangan mendukung #GerakanBersama ini.

“Dari seluruh bkomunitas dan paguyuban se Kabupaten Nganjuk telah mengumpulkan tanda tangan pelaku jasa pernikahan dan pesta sebanyak lebih dar 1500 tanda tangan. Itu artinya ribuan orang yang menanggung beban hidup keluarganya berharap Gerakan ini dapat didengar dan segera dilaksanakan oleh Pemkab Nganjuk,” imbuhnya. (fid)

Editor : Hafidz Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *