Merawat CBP-IPNU, Kepanduan Milik Pelajar NU

Corps Brigade Pembangunan (CBP) adalah lembaga semi otonom yang ada di bawah naungan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). CBP sendiri bergerak di bidang kemanusiaan, kepanduan, kepeloporan dan kepecintaalaman. Di awal perjalanannya, CBP memiliki sejarah yang tidak remeh, awalnya dibentuk sebagai jawaban gerakan bela negara, memanggul senjata. Gerakan ini kemudian menginisiasi terbentuknya pasukan inti lapangan untuk pelajar NU.

Sebenarnya CBP-IPNU memiliki potensi besar untuk dikembangkan, selain dari anggota IPNU yang begitu besar, CBP-IPNU juga dapat mewadahi pemuda yang masih dalam usia tertentu, meskipun yang bersangkutan tidak sedang bersekolah formal. Logis jika CBP-IPNU nantinya dapat meniru kesuksesan kakaknya, Barisan Ansor Serbaguna, dalam rekruitmen anggota dan kemanfaatan luas, juga menjadi pilar penyokong negara.

Pada perkembangannya, CBP-IPNU lebih banyak berjalan sendiri bersama wadahnya, IPNU. Mitra-mitra yang sebenarnya strategis belum berkolaborasi dengan apik. Bahkan di kalangan nahdliyyin sendiri masih banyak yang belum mengetahui CBP. Tentu hal ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, kepanduan pelajar NU ini perlu dirawat sebagai “legacy” penting milik nahdliyyin. CBP-IPNU perlu diberikan lebih banyak tempat dan kesempatan untuk lebih berkembang dan menjadi kebanggaan nahdliyyin.

Ada beberapa hal yang menjadi nilai khusus CBP-IPNU dari kepanduan-kepanduan lain, termasuk kepanduan yang disokong negara dengan undang-undang. CBP-IPNU dapat menjadi alternatif tepat dengan beberapa hal khusus.

Sanad Keilmuan

Bagi kalangan tertentu, sanad keilmuan menjadi prioritas. Tidak terhitung kisah-kisah ulama yang berpayah menyandarkan ilmu dengan sanad tertentu. CBP-IPNU memiliki sanad gemilang, termasuk dari para pendirinya. Sebut saja dari pendiri IPNU, almaghfur lah KH. Tolchah Manshur juga KH. Asnawi Lathif, salah satu pentolan awal CBP-IPNU. Sanad yang teruji menjadikan sesuatu dengan awal yang kokoh, juga mata rantai yang berisi dan berkah.

Doktrin Kebangsaan dan Aswaja Ke-NU-an

Dalam banyak hal, CBP-IPNU memiliki banyak kesamaan dengan kepanduan atau komunitas serupa, seperti nilai luhur kebangsaan, olah fisik dan mental, misi sosial kemanusiaan dan sebagainya. Namun kepanduan pelajar dengan doktrin Aswaja-KeNUan hanya dijumpai di CBP-IPNU, tentunya dengan partner nya KPP-IPPNU. Bagi nahdliyyin dengan Islam Rahmatan Lil Alamin, doktrin merupakan hal penting dan prioritas. Doktrin utama di CBP-IPNU sudah menutup doktrin lain yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Pun doktrin Aswaja-KeNUan juga menjadi upaya pencegahan dari faham radikal dan khilafah yang masih saja eksis.

Sinergi Multiarah

Era sinergi sekarang menjadi identitas, tidak semata kompetisi. Para pimpinan CBP-IPNU hendaknya terus menggalang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan BANSER misalnya, CBP-IPNU bisa menjadi pembuka kader pelajar sebelum bergabung dengan BANSER. Kemudian dengan Pramuka, CBP-IPNU dapat mengadakan kegiatan bersama dengan berbagai bidang yang memiliki kesamaan. Sinergi juga dapat dilakukan dengan lembaga resmi pemerintahan seperti BPBD untuk kolaborasi relawan bencana dan banyak peluang lain dapat dioptimalkan. CBP-IPNU perlu merepresentasikan diri menjadi kepanduan yang religius, kepanduan yang handal, kepanduan yang Aswajais dan kepanduan yang handal.

Jangan biarkan berjalan sendiri

Akhirnya dengan nilai khusus yang dimiliki CBP-IPNU, korp tersebut seyogyanya tidak dibiarkan berjalan sendiri. Perlu bantuan dari segenap elemen kepengurusan NU dan warga nahdliyyin. Kemudian pimpinan CBP-IPNU perlu membuka diri dengan dunia luar, istilahnya meskipun kepanduan hijau, tapi “open minded” dan terbuka. Aksi-aksi nyata yang selama ini telah dilakukan perlu digenjot lebih masif dan terencana baik. Pengkaderan formal baik Diklatama, Diklatmad maupun Diklatnas juga harus mendapatkan dukungan besar dari pengurus NU dan banomnya. Toh, secara kualitas, baik pengkaderan maupun “skill” dari pasukan CBP-IPNU sama baiknya dengan wadah lain.

Ditulis oleh :

Wahyu Irvana

  • Wakil Ketua LP Maarif PCNU Nganjuk
  • Komandan CBP-IPNU Nganjuk 2012-2014
  • Ketua Forum Komunikasi Pecinta Pramuka Brajamusti 2011-2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *