Merajut Nusantara, Pemanfaatan Media Digital Dalam Membendung Paham Intoleransi

 Merajut Nusantara, Pemanfaatan Media Digital Dalam Membendung Paham Intoleransi

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaksanakan seminar merajut nusantara bertemakan “Pemanfaatan Media Digital Dalam Membendung Paham Intoleransi” yang diisi Dr. A. Muhaimin Iskandar, M.Si Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Ismail Cawidu,M.Si Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan  Dr. Muhammad Ali Anwar,M.Pdi Dosen Pasca sarjana IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk.

Dalam seminar live streaming melalui zoom meeting tersebut, Dr. A. Muhaimin Iskandar, M.Si menyampaikan bahwa hari ini kalau mau bersyukur dengan situasi yang ada, kemudian memaksa diri untuk bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada, dimana segala aspek kehidupan diri saat ini ditopang oleh kegiatan digitalisasi atau teknologi informasi.

Gus Ami, sapaan akrabnya, menyebut dahulu menjadikan teknologi informasi sebagai sesuatu yang menjadi tambahan-tambahan kemampuan dalam memperkuat kemampuan dalam bersosialisasi dengan masyarakat ataupun secara umum dalam dunia usaha dan lain sebagainya.

“Tapi hari ini ketergantungan semakin besar, dari mulai urusan sekolah, urusan pendidikan-pendidikan itu sekarang seluruhnya dilaksanakan dengan jarak jauh,” ungkapnya pada Selasa (30/3).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa ini menerangkan banyaknya yang memanfaatkan media sosial untuk kebaikan, dan tak sedikit pula serbagai produk propaganda bertebaran di media tersebut, dan tema yang paling sering disampaikan ialah menyudutkan pemerintah.

Sementara itu, Dr. Ismail Cawidu,M.Si menambahkan, ada yang namanya ujaran kebencian (hate speech). Ujaran-ujaran melalui forum-forum dan media sosial yang isinya hujatan, hinaan dan provokasi bersumber dari hoax.

“Setelah menjadi benci akibat terpapar hoax dan ujaran kebencian di media sosial, menurutnya seseorang akan cenderung bersikap intoleran, rasis, radikalis, hingga merasa benar sendiri. Akibatnya, apabila mendapati orang atau pihak yang tidak sepaham, dianggapnya sebagai lawan yang harus diserang atau dimusnahkan,” tandasnya.

Ia pun mengajak agar masyarakat tidak mengikuti berita ataupun ujaran kebencian di media sosial.

Terpisah, narasumber ketiga, Dr. Muhammad Ali Anwar,M.Pdi, menyampaikan jika digitalisasi sebenarnya adalah proses menuju ke era digital dari yang sebelumnya itu era jualannya offline-offline saja, sekarang harus jualannya online karena memang dipaksa untuk masuk dunia online itu sendiri.

“Digitalisasi atau transformasi digital itu mengacu pada proses dan strategi menggunakan teknologi digital untuk secara drastis seperti contoh mengubah cara bisnis beroperasi dan melayani pelanggan,” paparnya.

Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

admin

Related post