Menarik, Pria 30 Tahun Jadi Peserta Khitan Masal LAZISNU Kertosono

Kertosono | nunganjuk.or.id – Acara khitanan massal yang diselenggarakan oleh NU CARE-LAZISNU Kertosono, Nganjuk, Ahad (5/7/2020), berlangsung semarak. Tercatat 27 peserta yang ikut dalam kegiatan tahunan ini.

Menariknya, peserta khitanan massal di Masjid Besar Baiturrahman Kertosono tersebut tidak hanya anak-anak. Ada peserta yang usianya sudah 30 tahun. Supriyanto, warga Kecamatan Kertosono ini memang belum di khitan karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk membiayai khitan.

Orang tua dari Supriyanto ini terlihat sumringah dan terharu begitu melihat anaknya telah di khitan. Tak lupa, ia juga berterimakasih kepada NU CARE-LAZISNU Kertosono yang telah menyelenggarakan khitan masal ini.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Kabupaten Nganjuk KH. Bisri Hisyam, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kertosono H. Mudawim, Forkopimcam Kertosono, Kepala Desa Kutorejo, Ketua NU Care – LAZISNU Kertosono Hj. Ni’matirrohmah beserta pengurus dan wali pendamping serta tokoh masyarakat sekitar.

Ketua NU CARE-LAZISNU Kertosono Hj. Ni’matirrohmah, menyampaikan jika khitanan massal yang rutin digelar setiap tahunnya itu sekaligus sebagai upaya syiar Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sodaqoh (LAZIS) Nahdlatul Ulama dan Lembaga Kesehatan (LK) Nahdlatul Ulama kepada masyarakat Kertosono secara khusus.

“Alhamdulillah kita bisa menggelar acara ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan dari umat. Perlu kami garis bawahi jika dalam khitan tidak ada patokan usia,” kata wanita yang akrab disapa Ummah ini kepada redaksi.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Kabupaten Nganjuk KH. Bisri Hisyam, menuturkan jika program khitan massal ini memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh umat.

“Bagi yang sudah dikhitan semoga menjadi anak shalih dan ibadahnya semakin istikamah,” imbuhnya.

Selama kegiatan yang mendapat sambutan dari hangat masyarakat ini, dokter yang diterjunkan sejumlah 5 orang dan dibantu sejumlah tenaga medis.

Selain layanan khitan, para peserta juga mendapatkan fasilitas berupa baju, kopiah, sarung, uang transport, dan kontrol secara gratis di Klinik Muslimat Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kertosono pasca khitan.

Mereka tampak bahagia, lantaran akan menunaikan satu kewajiban sebagaimana syariat Islam menggariskan hukum khitan. Meski sebagian dari mereka tampak ada yang ketakutan, namun semua proses dapat dilalui dengan baik. Semua peserta akhirnya berhasil dikhitan.(sin)

Kontributor : M. Muhlisin
Editor : Hafidz Yusuf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *