Memasyarakatan Dzikir, Misi Musda Idarah Syu’biyyah Jatman Nganjuk

Nganjuk | nunganjuk.or.id – Keberadaan Jam’iyyah Ahlut Thariqat Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) dalam rangka ikut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan amanah ulama pendahulu, pengamal tarekat harus mampu menjadi teladan dalam menjaga moralitas dan keutuhan bangsa di tengah masyarakat.

Dalam Musyawarah Idarah (Musda), yang digelar Sabtu (7/11/2020) di Pondok Pesantren Al-Musthofa, Tegalarum, Kertosono, JATMAN merasa perlu mempertegas kembali tekadnya menjaga keutuhan NKRI. Ini disebutnya sebagai spirit dari misi keberadaan organisasi para pengamal tarekat tersebut.

Bertema “Dengan Musda Kita Masyarakatkan Dzikir dan Kita Dzikirkan Masyarakat” diharapkan melalui Musda Idarah Syu’biyyah Jatman Kabupaten Nganjuk tersebut dapat mempererat serta memperkokoh ukhuwah islamiyah, basyariah dan wathaniah demi keutuhan NKRI.

Sebagai forum tertinggi di Idarah Syu’biyyah (tingkat kabupaten), Musda memiliki peran untuk memilih, menyusun dan menetapkan kepengurusan yang baru.

“Sesuai dengan amanah ulama pendahulu, pengamal tarekat harus mampu menjadi tauladan dalam menjaga moralitas dan keutuhan bangsa di tengah-tengah masyarakat. Itulah sebabnya, komitmen mengawal NKRI menjadi spirit Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Nganjuk dalam Musyawarah Idarah (Musda) ini,” demikian rilis Tim Media Center Musda JATMAN Nganjuk kepada redaksi.

Acara dihadiri Rais Idarah Wustha Jatman Jawa Timur KH. Ngadiyin Anwar, Rais Syuriah PCNU Nganjuk KH. Ali Musthofa Said, Ketua Tanfidziyah PCNU Nganjuk KH. Bisri Hisyam, Sekreatris Daerah Kabupaten Nganjuk Moh. Yasin dan undangan lainnya.

Serangkaian acara di pembukaan Musda seperti pembacaan shalawat dan maulid diba’, manakib kubra, seminar kethariqah-an oleh Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (MATAN) Kota Angin berjalan dengan lancar.

​Dalam sambutannya, Rais Idarah Wustha JATMAN Jawa Timur, KH. Ngadiyin Anwar menuturkan, Musda juga menjadi forum untuk evaluasi program kerja kepengurusan yang lalu dan merancang kembali program untuk kepengurusan berikutnya.

“Perlu diketahui bersama bahwasannya Jatman ini merupakan Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Secara haqiqi Jatman merupakan ruhnya NU,” tuturnya.

Sebanyak 100 Peserta terlibat aktif dalam forum ini yang berasal dari Idarah Ghusniyah (tingkat kecamatan) dan Idarah Syu’biyyah (tingkat kabupaten).

Sementara itu, Rais Syuriah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk, KH. Ali Musthofa Said, menyarankan kepada pengurus NU di tingkatan apapun agar bergabung menjadi pengamal tarekat.

“Ini merupakan kesempatan bagi segenap pengurus NU di semua tingkatan baik Ranting, MWC NU, hingga PCNU untuk bergabung dalam tarekat,” ungkapnya.

Redaktur: Thoyib
Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *