Mahasiswi ITS Raih SKEM Tertinggi dan Lulus Dalam Waktu 3,5 Tahun dengan Gemilang

Jakarta – Dalam dunia pendidikan tinggi, prestasi akademik dan keterampilan non-akademik sering kali menjadi tolok ukur keberhasilan seorang mahasiswa. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan berkualitas dengan menghadirkan Pelangi Masita Wati, seorang mahasiswi yang meraih prestasi luar biasa. Pada Wisuda ke-133 yang berlangsung pada 18 April 2026, Pelangi berhasil memperoleh nilai Satuan Kredit Ekstrakurikuler Mahasiswa (SKEM) tertinggi sebesar 839 dan lulus dengan gemilang dalam waktu 3,5 tahun. Ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan dan menunjukkan bahwa ITS tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan softskill mahasiswanya.

Prestasi Gemilang Pelangi Masita Wati

Pelangi Masita Wati menonjol di antara wisudawan lainnya, berkat pencapaian SKEM tertingginya. SKEM merupakan sistem yang diterapkan oleh ITS untuk mengukur dan mendata berbagai aktivitas mahasiswa di luar kelas, termasuk organisasi, kepanitiaan, olahraga, kompetisi, dan magang. Dengan target minimum sebanyak 100 kredit SKEM untuk kelulusan, Pelangi menunjukkan bahwa ia tidak hanya memenuhi syarat, tetapi melampaui ekspektasi dengan pencapaian 839 kredit dalam tujuh semester perkuliahannya.

“Saya tidak menetapkan SKEM sebagai target di awal, tetapi saya konsisten mengumpulkan pengalaman dari berbagai kegiatan,” ungkap Pelangi, yang akrab disapa Angie. Ia merasa bersyukur dan senang dengan pencapaian ini, yang merupakan hasil kerja keras dan dedikasinya selama ini.

Perjalanan Akademik dan Nonakademik

Pelangi yang merupakan alumni dari SMA Negeri 6 Surabaya ini awalnya tidak aktif dalam kegiatan di luar akademik selama masa SMA. Namun, di ITS, sistem SKEM berhasil memotivasi dirinya untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan. Ia memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan tujuannya, sehingga dapat mengembangkan diri secara optimal.

Keberagaman pengalaman tersebut tidak hanya mengasah keterampilan teknisnya, tetapi juga membantunya dalam membangun kemampuan beradaptasi dan komunikasi yang lebih baik. Pelangi percaya bahwa keterampilan ini akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja dan kehidupan sosialnya setelah lulus.

Menjaga Keseimbangan Antara Akademik dan Nonakademik

Meski perjalanan akademiknya tidak selalu mulus, Pelangi mampu membuktikan bahwa prestasi akademik dan kegiatan nonakademik dapat berjalan beriringan. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76 dan meraih predikat magna cumlaude, ia menunjukkan bahwa fokus dan dedikasi dalam kedua aspek tersebut sangat mungkin dicapai. Pelangi berpegang pada prinsip untuk terus berkembang dan menjaga kesehatannya dengan baik sebagai kunci kesuksesannya.

“Lingkungan yang mendukung dari teman, dosen, dan ITS sangat berperan dalam perkembangan saya selama di sini,” tambahnya penuh rasa syukur. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan sosial dalam meraih prestasi yang gemilang.

Kontribusi Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Cerita inspiratif Pelangi merupakan salah satu wujud nyata komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4 yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas. Dengan pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama masa studinya, Pelangi berharap dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan dunia kerja setelah kelulusannya.

Setelah meraih gelar sarjana, Pelangi kembali beraktivitas di Apple Developer Academy sebagai bagian dari AIML Institute. Ia bertekad untuk memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang didapat untuk membantu orang lain dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi di Indonesia.

Refleksi dan Harapan Ke Depan

Pencapaian Pelangi Masita Wati bukan hanya sekadar angka dan gelar, tetapi juga merupakan cerminan dari kerja keras, dedikasi, dan semangat untuk terus belajar. Ia mengingat bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang meraih nilai tertinggi, tetapi tentang bagaimana setiap pengalaman dapat membentuk karakter dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

Sebagai generasi muda, Pelangi percaya bahwa penting untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa harus berani mengambil peluang dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat mendukung pengembangan diri.

Kesimpulan

Pelangi Masita Wati adalah contoh nyata dari mahasiswa yang berhasil memadukan akademik dan nonakademik dengan baik. Dengan nilai SKEM tertinggi dan IPK yang mengesankan, ia menunjukkan bahwa pendidikan di ITS tidak hanya membekali mahasiswanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Semoga kisah inspiratif ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

➡️ Baca Juga: Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot Kembalikan Menu MBG Diduga Tak Layak Konsumsi

➡️ Baca Juga: PGN Alokasikan Belanja Modal USD353 Juta Tahun 2026 untuk Memperkuat Infrastruktur Gas

Exit mobile version