LPNU Baron: BUMDesa Bersama Harus Berperan Solutif di Situasi Pendemi

Baron | nunganjuk.or.id – Mewabahnya Covid-19 memberikan dampak kompleks dalam tatanan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Kewaspadaan terhadap penyebaran virus tentu harus selalu dijaga sampai situasi menjadi aman.

Pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan himbauan, mulai dari gaya hidup sehat, bersih, bermasker. Sementara dari segi ekonomi, pemerintah membuat program bantuan sembako, serta kompensasi untuk warga terdampak.

Disisi lain, goncangan ekonomi menjadi keresahan tersendiri bagi masyarakat. Terutama terkait peningkatkan kebutuhan dan keterbatasan akses barang, membuat harga berpeluang melambung. Di ruang lain banyak pendapatan masyarakat yang mulai menurun karena situasi labil, bahkan ada yang kehilangan pekerjaan sehingga memunculkan problem baru sebagai efek wabah. Ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga, menjadi menu utama dalam membantu kebutuhan masyarakat.

Lembaga Perekonomin Nahdlatul Ulama’ (LPNU) Baron berharap, agar BUMDesa pada tingkat desa dan BumDesa Bersama tingkat kecamatan segera bentuk unit usaha di bidang sembako, untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.

“Disini butuh kebersamaan semua pihak, baik pemerintah mulai tingkat pusat sampai desa, serta sinergi masyarakat agar situasi ini segera stabil.”, Kata Gus Ubaidillah Wahid Ketua LPNU Baron selesai rapat pengurus, pada Selasa (14/04/2020) malam ini.

Lanjut Gus Ubaid menjelaskan, bahwa BUMDesa sebagai salah satu institusi ekonomi yang ada di desa dapat mengkordinasi dan memaikan peran aktif di situasi ini, guna mengantisipasi kelangkaan dan melambungnya harga sembako.

“Misal BUMDesa membeli hasil panen dan menjual lagi untuk masyarakat dengan harga terjangkau, atau BUMDesa menggunakan modal yang dimiliki, untuk membeli sembako, sehingga harga akan tetap terjangkau karena tidak dimainkan tengkulak.”, sahut tanggapan Hawin Duta, Bendahara LPNU Baron yang kini menjadi Kepala Desa Kemaduh.

Sementara itu, Moh. Masyhuri Sekretaris LPNU Baron yang kini menjadi Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk turut menyarankan, bahwa BUMDesa Bersama segera berkomunikasi dengan pihak terkait dengan difasilitasi oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) melalui Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk segera membentuk unit usaha yang bergerak dalam bidang jual beli sembako, karena mayoritas BUMDesa Bersama masih memiliki stok modal, dan bisa semakin kuat jika dalam pelaksanaan teknisnya berkoordinasi dan bermitra dengan BUMDesa.

BUMDesa bisa menjadi mitra strategis BUMDesa Bersama, untuk membeli hasil panen masyarakat serta mengambil peran sebagai agen sembako di wilayah masing-masing.”, tandas Kang Huri.
Hawin Duta menambahkan LPNU Baron siap jika diajak berminta oleh BUMDesa Bersama Kecamatan Baron.

Sementara itu ketua BKAD Baron Munir Thohir, MPdI merasa sangat apresiatif dengan masukan LPNU Baron dan akan segera mengkomunikasikan dengan pihak terkait serta berharap agar pemerintah kabupaten segera mengeluarkan SOP terkait peran BUMDesa Bersama dalam membantu ketersediaan pangan sebagai langkah solutif dampak pandemi covid-19 (tuh)

redaktur/editor : Maftuhul Khoir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *